Pasangan ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja ketika melakoni “perang saudara” dengan Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso di babak perempat final Thailand Masters 2020, Jumat (24/1) lalu. (PBSI)


BANGKOK - Upaya Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja untuk menuntaskan dahaga gelar juara tampaknya kembali harus menunggu. pasangan ranking delapan dunia itu harus terima nasib lagi-lagi ditakdirkan sebagai runner-up. Upaya untuk mendobrak puasa gelar yang terlah terjadi selama 16 bulan di Thailand Masters 2020 gagal tereksekusi dengan sempurna.

Pada akhirnya Hafiz/Gloria harus mengakui keunggulan Marcus Ellis/Lauren Smith. Setelah pernah mengalahkan pasangan asal Inggris melalui rubber game, kini giliran mereka yang dikalahkan lewat cara yang sama. Hafiz/Gloria kalah 16-21, 21-13, 16-21. Pasangan nomor dua Indonesia tersebut jelas tidak puas dengan kenyataan itu. 

Semangat untuk merebut gelar perdana tahun ini gagal terlaksana. Keyakinan yang mereka usung itu sama sekali tidak membantu. Keduanya tak dapat menangkis gempuran lawan.

"Namanya pertandingan, ada yang menang dan kalah. Jadi ya diterima. Tapi tetap ada evaluasinya. Kami belajar untuk lebih tahan dan kuat, karena mereka bermainnya cukup alot," ungkap Gloria seperti dikutip dalam siaran pers PP PBSI. 

Sinyal kekalahan itu memang sudah terlihat sejak pertandingan berlangsung di Huamark Indoor Stadium. Hafiz/Gloria tidak bisa langsung in di lapangan, sebaliknya Ellis/Smith sudah on fire pada partai puncak itu. 

"Masih ragu-ragu di lapangan. Terus mereka juga dari awal sudah yakin dengan pola main mereka, kami jadinya tertekan. Padahal kalau main normal saja, poinnya pasti lebih enak. Ya itu lah, ada faktor tegangnya, terutama saya. Saya merasa nggak langsung in, jadi apa-apa nyangkut, apa-apa ragu. Kami kehilangan banyak poin dari situ,” sesal Hafiz.

Sampai sebelum final, Hafiz/Gloria sudah bermain bagus. Nyaris tak pernah terjebak permainan lawan. Tapi pada babak penentuan, error itu tidak dapat dihindari. 

"Game kedua kami main coba lebih lepas dan rileks. Kuncinya di game ketiga tadi. Kalau kami bisa main seperti game kedua, mungkin kami bisa mengatasi. Tapi tadi kami kembali lagi kaya game pertama. Terutama saya, nggak bisa keluar dari tekanan saja. Kalau Gloria dia sudah melakukan tugasnya dengan baik," lanjut Hafiz. (feb/jpg)

1

Editor :
Reporter :