Ilustrasi. (foto: net)


DOKTER spesialis paru-paru dr Dilla Laswantina SpP mengatakan virus corona merupakan virus yang kerap menginfeksi hewan. Namun, virus itu lambat laun dapat berevolusi dan menyebar ke manusia. Virus Corona juga disebut mirip dengan SARS yang mewabah di seluruh dunia pada 2002-2003.

Virus corona bisa membuat orang sakit saluran pernapasan bagian atas dengan tingkat ringan hingga sedang, mirip dengan flu biasa.

Beberapa gejala yang disebabkan oleh virus corona tersebut, seperti demam, lemas, batuk kering, sesak atau kesulitan bernapas. Semua itu dapat berlangsung selama beberapa hari.

Bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya orang tua dan anak-anak, ada kemungkinan virus dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan yang lebih serius seperti pneumonia atau bronkitis. Bahkan, bisa menyebar menjadi pneumonia dan mengakibatkan kematian jika tidak ditangani dengan segera.

“Berawal dari China, virus ini telah menyebar tak hanya ke berbagai negara. Saat ini kasusnya terus bertambah, dan dideteksi terjadi penularan dari manusia ke manusia. Baik melalui hubungan kontak langsung atau saat bersin,” ujarnya kepada Radar, Sabtu (25/1).

Ia mengimbau kepada masyarakat agar jangan panik. Namun harus tetap waspada jika mengalami tanda-tanda gejala tersebut. “Kasus ini merupakan penemuan baru dan cepat menyebar maka kita perlu antisipasi. Alhamdulillah sejauh ini virus corona belum ada di Indonesia. Mudah-mudahan kita dijauhkan jangan sampai ada yang terinfeksi,” ungkapnya.


Pencegahan yang bisa dilakukan yakni hindari kontak dengan hewan, membiasakan menjaga kebersihan tangan dengan mencuci menggunakan sabun cair, dan bilas hingga bersih. Selain itu, menutup hidung atau mulut dengan tissue atau sapu tangan ketika bersin atau batuk.

“Ketika mengalami gejala saluran napas, gunakan masker dan segera ke layanan kesehatan terdekat untuk berobat,” jelasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian dulu ke luar negeri yang terdampak virus corona. Berdasarkan data WHO sampai 24 Januari 2020 terdapat 846 kasus dan sebagian besar ada di Cina, 25 orang meninggal. Virus ini tercatat telah menyebar tak hanya ke wilayah otonomi seperti Hong Kong dan Makau, tapi juga ke beberapa negara sejauh ini. Termasuk Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat (AS), Singapura hingga Thailand. Penularan bisa dari manusia ke manusia melalui percikan dahak. (nto/rdrtasik/fin/kpc)

12

Editor :
Reporter :