Ketua Komis I DPRD Kalteng Yohanes Freddy Ering


PALANGKA RAYA - Ketua Komis I DPRD Kalteng Yohanes Freddy Ering mengatakan, agar sosialisasi jelang pilkada di Kalteng 2020 perlu ditingkatkan.

“Dari pengamatan kami, hingga saat ini sosialisasi pemilu masih belum cukup. Sehingga perlu ditingkatkan. Terutama menjangkau kalangan milenial,” katanya kepada media di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Menurutnya, dalam melakukan sosialisasi ke depan perlu ide yang kreatif bagi kalangan milenial, agar mereka dapat memahami dengan baik dan menggunakan hak pilihnya pada saat pemilu nanti.

Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), partai politik (parpol), maupun para calon kepala daerah serta semua pihak untuk meningkatkan sosialisasi dengan menggandeng komunitas-komunitas milenial atau lainnya. “Jangan lagi menggunakan cara-cara konvensional. Kaum milenial tidak suka didikte dan komunikasi satu arah,” tegas Freddy.

Oleh sebab itu, ungkapnya dalam menerapkan fungsi legislasi pihaknya akan menjalankan program pengawasan serta anggaran. Maka seperti yang sudah-sudah akan meninjau kedarah baik pilkada provinsi maupun kabupaten kota.

“Bagaiman koordinasi kesiapan pilkada yang berkaitan dengan logistik, pengamanan, pelaksanaan sosialisasi dan lain-lain. Apakah sudah menyentuh sampai ke tingkat bawah atau belum,” terang Freddy.

Sementara untuk KTP sebetulnya tidak ada masalah. Sebab sudah ada persetujuan Menteri Keuangan terkait usulan Menteri Dalam Negeri untuk menambah blangko e-KTP 16 juta untuk perekaman.

Namun dalam kondisi yang dialami di lapangan, permintaan perekaman sangat tinggi sementara blangkonya tidak mencukupi. Karena jumlah penduduk pasti bertambah.

“Biasanya di awal tahun pasti ada ledakan atau permintaan masyarakat yang mengurus KTP, khusus untuk kaum milenial. Termasuk pendatang,” ujar politikus PDI Perjuangan tersebut.

Tambahnya, dengan penambahan blangko tersebut untuk memenuhi permintaan masyarakat dan dalam rangka target perekaman e-KTP, maka harus dikejar dan dipenuhi oleh pemerintah. Walaupun sering mengalami kekurangan blangko di beberapa daerah seperti Kotim dan daerah lainnya perlu dimaklumi, karena tingkat urbanisasi sangat tinggi. (nue/ari/nto)

Loading...

You Might Also Like