Kelima orang yang diamankan di lokalisasi Kalimati ketika diperiksa di Kantor Satpol PP Kobar, Jumat malam (17/1).


PANGKALAN BUN - Meskipun lokalisasi Kalimati yang ada di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar) sudah ditutup, rupanya praktik prostitusi masih saja terjadi. Terbukti beberapa para pekerja seks komersial (PSK) dan para pengunjungnya, terus berdatangan dan membuat resah.

Dari razia yang dilakukan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kobar pun berhasil mengamankan tiga orang wanita tuna susila (WTS), satu muncikari dan satu pelanggan yang digerebek ketika asyik ngamar, Jumat malam (17/1).

Kasatpol PP Kobar Majerum Purni ketika dihubungi awak media mengatakan, apa yang dilakukan ini sebagai tindaklanjut laporan masyarakat. Pasalnya mereka resah dengan aktivitas para PSK yang masih melakukan tindakan prostitusi di lokasi tersebut. Padahal sudah lama ditutup, dan tidak boleh melakukan kegiatan prostitusi. Tetapi nyatanya, tegas dia, masih banyak ditemukan. Dan para pelakunya pun, juga menjajakan diri, sehingga melanggar aturan yang telah ditentukan.

"Kami langsung gerebek dan bawa kelima orang tersebut ke kantor untuk dilakukan pemeriksaan. Sudah beberapa kali kami peringatkan, tetapi masih saja membandel," katanya.

Majerum menegaskan, untuk ketiga orang WTS dan satu pengunjung didata dan diberikan peringatan oleh Satpol PP. Pihaknya meminta agar nantinya tidak mengulangi perbuatannya. Apabila di kemudian hari ditemukan melakukan praktik yang sama akan ditindak tegas.

Begitu pula dengan induk semang para WTS yang sempat diamankan, akan diproses lebih lanjut sesuai dengan undang-undang dan perda yang berlaku.

"Kami tidak akan main-main dalam melakukan penindakan sesuai dengan aturan yang berlaku," ungkapnya. (son/ami/nto)

Loading...

You Might Also Like