Sejumlah pengunjung warung remang-remang diperiksa identitasnya oleh petugas Ditsamapta, kemarin (17/1) dini hari. (DENAR/KALTENG POS)


PALANGKA RAYA-Sejumlah pekerja seks komersial (PSK) lari tunggang langgang ketika melihat kedatangan petugas berseragam. Mereka tak menyangka puluhan anggota Ditsamapta Polda Kalteng berhenti di warung remang-remang (warem) tempat mereka mencari uang. Ya, kemarin (17/1) dini hari, petugas menyasar warem yang ada di lingkar luar Jalan Mahir Mahar.

Petugas pun memeriksa setiap pengunjung yang masih berada di warem. Mereka mengeluarkan kartu identitas yang diminta petugas. Bagi yang tidak memiliki, otomatis langsung digelandang ke Mako Ditsamapta. Sekitar 20 orang diamankan. Baik itu pengunjung maupun PSK yang tak memiliki identitas.

Kawasan yang masih dikelilingi semak belukar itu, sampai saat ini kerap dijadikan ajang bagi pria hidung belang untuk melampiaskan syahwat bersama kupu-kupu malam. Selain mengamankan mereka, petugas juga mendapati minuman keras (miras) tanpa izin, satu senjata api yang surat izinnya telah habis, serta senjata tajam jenis samurai.

"Menurut pantauan saya dan tim di lapangan, tempat ini diduga kerap dijadikan ajang prostitusi. Hal itu diperkuat dengan ditemukannya satu bungkus kondom yang menjadi bukti bahwa tempat ini adalah wadah tempat berbuat tindak pidana asusila," ungkap Dirsamapta Polda Kalteng Kombes Pol Susilo Wardono melalui Kasubdit Gassum Kompol Mansur kepada awak media usai melaksanakan giat.(ena/ce/ram)

Loading...

You Might Also Like