Ketua DPRD Kalteng Wiyatno bersama salah satu anggota DPRD Siswandi foto bersama, usai rapat paripurna ke-1 pembukaan masa sidang pertama tahun sidang 2020 di Gedung DPRD Kalteng, Rabu (15/1).


PALANGKA RAYA - Ketua DPRD Kalteng periode 2019-2024 Wiyatno menegaskan, tahun 2020 menjadi tahun penting dalam upaya peningkatan kinerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dewan.

“Selain itu memanfaatkan peluang-peluang dan memacu pembangunan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat, menuju Kalteng yang lebih baik,” katanya dalam pidato pada rapat paripurna ke-1 pembukaan masa sidang pertama tahun sidang 2020 di Gedung DPRD Kalteng, Rabu (15/1).

Diungkapkannya, beberapa waktu lalu pihaknya telah menyelesaikan masa reses. Sehingga cukup banyak data dan informasi serta aspirasi, kritik dan saran yang diperoleh dari masyarakat.

Hal itu yang menjadi bahan untuk diperjuangkan ke depan sebagai aspirasi masyarakat serta upaya pemecahan masalah yang ada secara selektif, proporsional yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sebab dengan adanya tindak lanjut dalam bentuk kebijakan dan program, sebagai implementasi hasil reses yang telah dilaksanakan maka tujuan dan hakikat dari pelaksanaan kegiatan reses, tidak akan membawa dampak yang signifikan terhadap peningkatan kinerja dewan.

Selain itu, untuk tahun 2020 ini ada sejumlah hal penting untuk dicermati dalam memasuki masa sidang dan agenda rutin, dalam perumusan kebijakan strategis daerah tahun 2020 yaitu berkaitan situasi Kalteng baik berskala regional, nasional maupun internasional.

“Tahun 2020 merupakan tahun politik dimana pada tanggal 23 Oktober 2020, Kalteng bersama 23 daerah lainnya di Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi  yaitu Pilgub Kalteng dan juga Pilbup Kotim.,” ujarnya

Sehingga, ungkap Wiyatno kegiatan tersebut di samping menyerap anggaran daerah yang cukup besar, juga bisa saja akan meningkatkan ketegangan yang terjadi ditengah masyarakat Kalteng.

“Selain itu, penetapan ibu kota negara di Provinsi Kaltim, oleh pemerintah pusat telah menetapkan Kalteng sebagai wilayah penyangga utama, khususnya di empat kabupaten daerah aliran Sungai Barito,” ungkapnya.

Lanjutnya, posisi Bumi Tambun Bungai bisa menjadi peluang untuk memacu dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pembukaan lapangan kerja dan dapat menciptakan usaha baru bagi masyarakat. Ini harus dimanfaatkan situasi dengan baik.

Banyak juga para ahli yang memprediksi stagnasi pertumbuhan ekonomi Indonesia, akibat kelesuan ekonomi global dan gelombang ketidakpastian, karena perseteruan perdagangan bebas yang belum berakhir.

“Hal ini penting bagi kita untuk mewaspadai, mengingat hantaman ekonomi nasional sudah tentu berdampak kepada struktur anggaran dan kelesuan perekonomian di daerah,” pungkas politisi PDI Perjuangan ini. (nue/ari/nto)

Loading...

You Might Also Like