Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo (kemeja putih) bersama unsur FKPD melakukan pemusnahan barang bukti dari hasil kejahatan di halaman kantor kejari Pulang Pisau, Rabu (15/1). (Foto: Yanto Untuk Kalteng Pos)


PULANG PISAU - Kejaksaan Negeri (kejari) Pulang Pisau melakukan pemusnahan barang bukti hasil kejahatan. Di antaranya, narkoba jenis sabu-sabu, uang palsu, obat-obatan ilegal tanpa label departemen kesehatan dan senjata tajam.

Pemusnahan barang bukti di halaman kantor kejari Pulang Pisau, Rabu (15/1) itu, selain dilakukan Kajari Pulang Pisau Triono Rahyudi juga diikuti Bupati Pulang Pisau H Edy Pratowo, Kapolres Pulang Pisau AKBP Siswo Yuwono BPM dan Perwira Penghubung Kodim 1011/Klk Mayor Mulyadi.

Menurut bupati, pemusnahan hasil kejahatan yang berhasil disita itu sebagai bukti pemerintah kabupaten Pulang Pisau bersama instansi vertikal serius memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang.

“Harapannya, dengan pemusnahan ini bisa menjadi penyemangat untuk terus bersama pemerintah daerah Pulang Pisau dengan instansi terkait untuk memerangi peredaran dan penyalahgunaan obat terlarang,” harap Edy.

Terlebih, lanjut dia, Pulang Pisau merupakan daerah perlintasan dari Kalsel ke Kalteng. Secara geografis, lanjut dia, Pulang Pisau cukup rawan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Kami juga memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang berhasil mengungkap peredaran obat-obatan terlarang di wilayah kita. Bahkan beberapa waktu lalu berhasil menggagalkan peredaran narkoba seberat 200 gram,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kajari Pulang Pisau Triono Rahyudi mengungkapkan, barang bukti hasil sitaan kejahatan yang dimusnahkan itu telah memiliki kekuatan hukum tetap dari Januari sampai Desember 2019.

“Karena sudah memiliki kekuatan hukum tetap, sudah menjadi kewajiban kami selaku eksekutor untuk melakukan pemusnahan,” kata Triono.

Sementara itu, Kapolres Pulang Pisau menegaskan, selama 2019 pihaknya banyak yang diraih dalam mengungkap kasus. “Ini semua tidak terlepas dari dukungan stakeholder dan laporan masyarakat kepada kepolisian,” kata Siswo. (art/nto)

Loading...

You Might Also Like