JAKARTA-Janji tinggal janji. Kalteng Putra yang berjanji membayar sisa dua bulan gaji kepada skuadnya di Liga 1 2019 nyatanya tak menepati. Deadline awal Januari untuk pelunasan tak terbukti. Manajemen hanya membayar 40 persen, itu pun untuk satu bulan gaji.

Hal itu dikatakan salah satu pemain yang tak mau disebutkan namanya. Dia menyatakan bahwa Laskar Isen Mulang masih punya tunggakan kepada pemain. ”Hanya dibayar 40 persen. Janji tanggal 10 Januari kemarin tidak dilunasi sampai sekarang,” ungkapnya.

Pemain yang berposisi bek itu menerangkan, dirinya dan pemain-pemain lain sudah mencoba menagih kepada manajemen. Namun, sampai berita ini ditulis, sama sekali tidak ada tanggapan. ”Tidak jelas kapan akan dibayar. Dikontak tidak pernah ditanggapi,” katanya kesal.

Sumber tersebut mengaku sudah melaporkan hal itu ke Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI). Melapor sendiri-sendiri mengenai masalah tunggakan gaji Kalteng Putra. ”Saya terus berkoordinasi. Juga terus mencoba menunggu iktikad baik dari manajemen. Ada keluarga yang harus dinafkahi. Ini hak kami,” tegasnya.

Jawa Pos berusaha mengontak pihak manajemen Kalteng Putra. Namun, sama sekali tidak ada tanggapan. Wakil Manajer Bisnis Budi Santoso yang sempat menjawab pesan singkat dari Jawa Pos enggan berkomentar dan meminta langsung menanyakan hal tersebut kepada CEO Kalteng Putra Agustiar Sabran. ”Saya tidak mengerti itu. Langsung tanyakan CEO saja ya,” tuturnya.

General Manager APPI Ponaryo Astaman mengatakan, sejauh ini pihaknya memang sudah mendapat laporan dari pemain. Tapi, ada prosedur yang masih harus dilengkapi. Salah satunya adalah kelengkapan bukti-bukti bahwa Kalteng Putra memang tidak membayar kewajibannya. ”Sedang proses dilengkapi bukti-buktinya oleh pemain. Sekaligus surat kuasa pemain ke APPI,” ucapnya.

Setelah itu semua selesai, terang Ponaryo, APPI baru akan bersurat ke klub meminta klarifikasi dan penyelesaian kewajibannya kepada pemain. ”Nanti ada batas waktunya untuk itu,” imbuhnya.

Nah, jika batas waktu itu tidak ditepati, baru proses lanjutan dilakukan APPI. Yakni, kasus tunggakan gaji tersebut bakal dilimpahkan ke Badan Penyelesaian Sengketa Nasional (NDRC) PSSI. ”Biasanya lima hari kerja prosedur untuk klarifikasi dan pelunasannya,” ucap Ponaryo.

Mantan kapten timnas Indonesia itu menjelaskan, sebenarnya saat ini proses pengumpulan bukti yang membuat kasus tersebut sedikit lama sudah terselesaikan. Itulah yang dikatakannya sangat memakan waktu. Sebab, pemain saat ini sudah kembali ke kampung halaman masing-masing. Artinya, domisili mereka berbeda-beda. ”Respons pun berbeda-beda. Ada yang cepat dan lambat,” bebernya.

Sementara itu, Public Relation Manager PT LIB Hanif Marjuni menerangkan, pihaknya sampai saat ini masih belum mendapat laporan resmi soal tunggakan gaji dari Kalteng Putra. Baik dari APPI, PSSI, maupun Kalteng Putra sendiri. ”Karena itu, kami belum bisa memutuskan langkah selanjutnya seperti apa,” tuturnya.

Walau nanti sudah mendapat surat resmi lengkap, Hanif menegaskan bahwa LIB tetap tidak bisa menghukum Kalteng Putra. Misalnya saja dengan melarang tim yang terdegradasi dari Liga 1 itu untuk berkompetisi musim ini di Liga 2. ”Kami nanti hanya akan bersurat ke PSSI terkait masalah ini. Yang memutuskan hukuman ya Komisi Disiplin PSSI dan PSSI,” ujarnya.(jpc)

Loading...

You Might Also Like