Kevin diberi penanganan medis dan didampingi Antoni (ayahnya) saat di IGD klinik Hanfris.


PALANGKA RAYA - Dilarikan kerumah sakit terdekat, Kevin (23) korban sengatan tawon ndas mengalami kesulitan bernafas.

Hal tersebut dibeberkan oleh ibunya, Yuyun yang pada saat itu juga mengalami sengatan tawon bersama suami dan anaknya ketika di rumahnya di Jalan Garuda X nomor 2 saat membersihkan taman.

Yuyun menuturkan, anaknya tersebut hampir kritis  karena sengatan dengan ditandai dengan gejala sesak nafas serta memar membiru dibagian jari akibat disengat tawon.

"Dia muntah sampai tujuh kantong plastik saya hitung. Dan mengeluhkan  sesak napas," kata Yuyun kepada Kaltengpos.co, Rabu (15/01).

Setelah mendapat perawatan intensif oleh pihak rumah sakit Hanfris Palangka Raya, kondisk Kevin perlahan mulai membaik.

"Tadi sudah ditangani oleh dokternya dan dierbolehkan pulang," kata salah satu perawat dirumah sakit tersebut.

Diduga, Kevin mempunyai riwayat alergi dan daya tahan tubuh yang tidak kuat sehingga sengatan tawon yang mematikan tersebut membuat dirinya tak berdaya.

Mengalami peristiwa tersebut, Yuyun mengaku takut dan enggan berhadapan dengan serangga ganas tersebut.

Kevin akhirnya dibawa pulang oleh keluarganya untuk perawatan lebih lanjut. Kemudian mengenai sarang tawon dirumahnya tersebut, keluarga Yuyun melapor kepihak terkait untuk ditangani. (ard)

1 2

Editor :
Reporter :

You Might Also Like