Terdakwa Usman Singgih saat menjalani tuntutan jaksa di PN Nanga Bulik


NANGA BULIK - Nasib sial menimpa Usman Singgih (43). Ia tak menyangka, akibat membawa kayu jenis ulin yang disuruh bosnya, ia harus menghadapi tuntutan jaksa di meja hijau di PN Nanga Bulik. Ia menghadapi tuntutan illegal logging karena tak dapat menunjukkan dokumen Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH). Ironisnya, bos yang menyuruhnya, hilang dan menjadi DPO.

Ia ditangkap pada 25 Oktober 2019 lalu di jalan trans Kalimantan, Desa Rimba Jaya, Kecamatan Sematu Jaya. Saat itu, ia membawa 92 potong kayu ulin. Diakuinya, kayu tersebut diambil di sebuah pondok di jalan trans Kalimantan, arah Tapin Bini masuk wilayah Desa Penopa, Kecamatan Lamandau, atas suruhan bosnya. Sayangnya, aksinya ketahuan aparat. Ia pun terjerat kasus illegal logging ini.

"Menyatakan terdakwa Usman Singgih bin Kisman telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana orang perseorangan yang dengan sengaja mengangkut, menguasai atau memiliki hasil hutan yang tidak dilengkapi bersama SKSHH," ujar Jaksa Penuntut Umum Syahanara Yusti Ramadona saat membacakan tuntutanya, Rabu (8/1/2020) lalu.

Terdakwa didakwa melanggar Pasal 83 ayat (1) huruf b jo Pasal 12 huruf e UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. "Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Usman Singgih bin Kisman dengan pidana penjara 2 tahun dan denda Rp500 juta dengan ketentuan apabila benda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan kurungan selama 6 bulan dengan dikurangi selama terdakwa dalam masa penangkapan dan penahanan serta dengan perintah terdakwa tetap ditahan," lanjutnya.

Mendengar tuntutan jaksa, Usman memohon keringanan kepada hakim yang saat itu dipimpin oleh hakim tunggal, Wisnu Kristiyanto. Ia berdalih mempunyai tanggungan anak yang saat ini masih sekolah. "Saya mohon keringanan hukuman yang mulia. Saya meninggalkan anak yang masih sekolah yang berumur 13 tahun. Saya juga merasa bersalah," harapnya. (cho/ami/nto)

Loading...

You Might Also Like