Pemain putri Badminton Indonesia Gregoria Mariska Tunjung harus ditandu keluar lapangan karena mengalami cedera saat menghadapi pemain putri Thailand Ratchanok Intanon pada babak final beregu putri Badminton Sea Games 2019 di Multinlupa Filipina, beberapa waktu lalu. (M TAN REHA/JAWA POS)


SEKTOR tunggal putri semakin akrab saja dengan drawing mengerikan. Sejak babak pertama, Gregoria Mariska Tunjung dkk sudah dinanti lawan kuat. Jorji—panggilan Gregoria, misalnya, hari ini sudah harus berhadapan dengan unggulan kedua Akane Yamaguchi. Ruselli Hartawan, yang kemarin lolos dari babak kualifikasi, tidak lebih mujur. Dia bertemu unggulan ketujuh Michelle Li.

Jorji hanya pernah sekali menang atas Yamaguchi. Peristiwa itu terjadi di Asian Games 2018, tepatnya di nomor beregu putri. Namun, itulah kali terakhir dia bisa mengungguli sang pemain Jepang. Dalam tiga pertemuan sesudahnya, Jorji selalu kalah.

"Tunggal putri tarik nafas sedikit. Tapi tetap kerja keras,'' kata Kabid Binpres PP PBSI Susy Susanti kemarin. ''Saya selalu pesankan jangan patah semangat. Masih proses, nggak gampang. Tapi bukan berarti mereka kalah. Semua punya kesempatan asal dia benar-benar siap," imbuhnya.

Tidak ada target muluk yang dibebankan kepada sektor ini. Paling tidak, Susy berharap, bisa melewati laga berat di hari pertama. Jangan seperti di Malaysia Masters. Pekan lalu, Jorji dan Fitriani angkat koper di babak 32 besar. Ruselli masih lumayan, mencapai 16 besar. "Minimal sekarang bisa ke babak kedua atau delapan besar dulu, deh. Syukur-syukur bisa tembus semifinal," kata Susy.

Capaian Jorji di Malaysia Masters pekan lalu memang mengecewakan. Melawan Ratchanok Intanton, dia sudah menang di game pertama. Lalu leading cukup jauh di game kedua. Eh, tetap kalah juga. Setumpuk pekerjaan rumah sejak musim 2019 belum bisa dipecahkan.

"Dia kalau leading suka takut,'' kata Susy. ''Mudah-mudahan lebih baik lagi. Seorang atlet untuk matang itu butuh proses. Sekarang dengan unggulan bisa bersaing, nggak kalah. Tapi di ujung ini nih mental ketakutan sendiri. Error, nggak sabar. Hal-hal kecil yang harus dilatih terus," lanjut peraih emas Olimpiade 1992 Barcelona itu.

Ruselli, di sisi lain, sedang on fire. Kepercayaan diri pemain peringkat 35 dunia itu meningkat setelah menembus final SEA Games 2019. Namun, bertemu Li hari ini, dia mengaku hati-hati. "Dia pemain yang bagus. Saya mesti pelajari lagi permainan dia. Saya juga waspadai serangannya, karena posturnya kan tinggi, pasti serangannya tajam. Pertahanan saya harus diperkuat," ujar Ruselli. (feb/na/jpg)

Loading...

You Might Also Like