Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid (Istimewa)


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga ada alian uang panas dari mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi yang mengalir ke Wakil Ketua MPR asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid. Lembaga antirasuah mendalami dugaan aliran uang suap ke politikus PKB tersebut.

“Didalami terkait dugaan aliran-aliran dana dari IN (Imam Nahrawi),” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (13/1) malam.

Kendati demikian, Ali enggan membeberkan secara rinci terkait aliran suap yang diduga masuk ke kantong pribadi Jazilul. Menurutnya, hal itu sudah masuk substansi penyidikan. “Materi selengkapnya apakah ada atau tidaknya (aliran dana), tentu tidak bisa kita sampaikan,” jelas Ali.

Dalam perkara ini, Imam Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora untuk KONI tahun anggaran 2018. Imam ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan asisten pribadinya, Miftahul Ulum.

Imam diduga menerima suap dan gratifikasi sejumlah Rp 26,5 miliar. Uang tersebut disinyalir diterima Imam dalam dua kali tahapan. Imam menerima uang pada medio 2014-2018 melalui Ulum senilai Rp 14,7 miliar dan kedua pada kisaran tahun 2016-2018 sejumlah Rp 11,8 miliar.

Penetapan tersangka terhadap Imam dan Ulum merupakan pengembangan perkara terkait kasus dugaan suap penyaluran dana hibah pemerintah untuk KONI lewat Kemenpora. Imam dan Ulum disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 huruf B atau Pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.(jpc)

 

1 2

Editor :
Reporter :

You Might Also Like