FOGGING: Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara melakukan pengasapan (fogging) di kawasan padat penduduk di daerah ini. HER/KALTENG POS


MUARA TEWEH-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Barito Utara (Batara) tengah gencar-gencarnya melakukan fogging atau penyemprotan di permukiman warga dalam Kota Muara Teweh. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah dengue (DBD).

Plt Kadis Kesehatan Barito Utara H Siswandoyo didampingi Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2ML) Dinkes H Domi Sono mengatakan, sejak adanya kasus DBD pada Desember tahun 2019 lalu, banyak permintaan dari masyarakat agar dilakukan pengasapan di daerah padat penduduk.

“Ini merupakan langkah awal untuk pencegahan terhadap penyebaran penyakit yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti itu. Dinas Kesehatan telah melakukan pengasapan (fogging) di sejumlah wilayah yang sering terkena banjir,” kata H Siswandoyo di Muara Teweh, Minggu (12/1).

Dikatakannya, pengasapan (fogging) ini dilaksanakan sejak hari Senin 6 Januari 2020 lalu dan akan berakhir pada Selasa 21 Januari 2020. Kemudian pengasapan kembali dilakukan di bebebapa kecamatan di daerah ini.

“Wabah DBD bisa terjadi diwilayah manapun, terutama pada kawasan yang rawan banjir. Biasanya bulan yang paling rawan terjadi di antara Desember hingga Februari,’’ katanya.

Kasi P2ML H Domi Sono menambahkan selain melakukan fogging pihaknya juga gencar melakukan sosialiasi ke masyarakat di dalam kota dan di kecamatan. Dalam sosialisasi tersebut masyarakat diajarkan tentang cara melakukan pencegahan DBD, mengubur kaleng bekas yang bisa menampung air serta menutup tempat genangan air yang dapat ditempati nyamuk untuk bersarang.

Dia juga mengimbau kepada warga agar selalu menjaga kebersihan, utamanya di lingkungan sekitar serta selalu membersihkan tempat penampungan air minimal dua kali dalam sebulan. Selain itu, juga agar melakukan gerakan 3M Plus, yakni menutup, menguras bak mandi, dan mengubur barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai.

Juga perlu menaburkan bubuk Larvasida, pakai kelambu dan kasa nyamuk, tanam tanaman pengusir nyamuk, pakai lation anti nyamuk. “Lakukan di setiap rumah melalui gerakan 1 rumah 1 jumantik,” pungkasnya. (her/uni)

1 2

Editor :
Reporter :

You Might Also Like