Kasatpol PP Kobar Majerum Purni mengajak para pedagang buah durian rapat terkait lokasi berjualan, Senin (13/1). (Foto: Sony)


PANGKALAN BUN - Maraknya para pedagang buah durian di wilayah Pangkalan Bun, membuat para petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kobar bekerja ekstra. Pasalnya, tidak jarang para pedagang berjualan di lokasi yang dilarang. Hal ini membuat pemkab bertindak, agar tidak mengganggu pemandangan dan menghambat lajur lalu lintas.

Kasatpol PP Kobar Majerum Purni mengatakan, pihaknya beserta kelurahan merelokasi para pedagang dari sekitar Bundaran Pancasila, ke Pangkalan Bun Park dengan alasan agar para pedagang tidak melanggar perda, dan tidak mengganggu arus jalan yang ada di Bundaran Pancasila.

Ia menegaskan, pihaknya tidak pernah melarang siapa saja berjualan, tetapi hendaknya bisa manaati aturan dengan tidak berjualan di bahu jalan. Mengingat hal tersebut dapat mengganggu arus lalu lintas dan rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

"Kami tidak ingin mempersulit para pedagang, tetapi memberikan solusi agar dapat berjualan dengan aman dan nyaman. Kami berikan lokasi di Pangkalan Bun Park, selain jadi lokasi kuliner juga tempat wisata," katanya pada saat menggelar rapat dengan para pedagang di kantornya, Senin (13/1).

Ia menambahkan, apabila dalam beberapa hari ke depan dagangannya sepi dan banyak yang tidak laku, para pedagang diperbolehkan kembali berjualan di Bundaran Pancasila. Tetapi, para pedagang harus mengikuti syarat-syarat yang sudah ditetapkan oleh Satpol PP. Kalau ada yang melanggar dan tidak menaati aturan yang telah ditentukan akan ditindak tegas.

"Kami tidak ingin nantinya ada keluhan dari masyarakat terkait masalah para pedagang nakal. Intinya jangan sampai menghambat jalan dan mengganggu arus lalu lintas," ucapnya. (son/ami/nto)

Loading...

You Might Also Like