Bantuan pakaian layak pakai yang tak terpakai. (Foto: BNPB)


JAKARTA – Pascabencana banjir di sejumlah daerah, bantuan berdatangan ke lokasi bencana. Namun sayangnya bantuan berupa pakaian justru malah menimbulkan dampak negatif.

Itu disampaikan BNPB lewat akun Facebooknya, Senin (13/1/2020), lantaran banyak masyarakat asal memberikan bantuan.

“Stop Bantuan Pakaian layak pakai ke Lokasi Bencana manapun kecuali ada permintaan,” demikian imbau BNPB.

Pakaian layak pakai yang mubazir itu terjadi di Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor.

“Kami sering temukan, pakaian dalam perempuan maupun laki-laki yang bekas dan sangat tidak layak untuk digunakan hingga berkarung-karung. Muncul pikiran ini orang niat bantu atau buang sampah,” ujarnya.

BNPB menyayangkan niat baik masyarakat terhadap korban menjadi persoalan baru karena tidak memperhatikan kondisi di tempat bencana terkait kebutuhan yang diperlukan.

Meski begitu, BNPB masih mafhum lantaran informasi atas kondisi itu barangkali terbatas. Sehingga solusi yang paling mungkin dilakukan adalah upaya seleksi dari relawan atau koordinator bantuan.

“Solusi untuk menangani hal tersebut dibutuhkan masyarakat atau Relawan yang mau memilah pakaian sesuai peruntukannya karena drop bantuan yang berdatangan tidak melalui penataan yang baik dan bijak,” jelasnya.

“Mari menjadi masyarakat yang memahami kondisi bencana, sehingga niat baik akan menjadi hasil baik dan tepat sasaran,” imbau BNPB. (sta/pojoksatu/kpc)

Loading...

You Might Also Like