Petugas Damkar Kota Palangka Raya menunjukkan sarang lebah yang sudah dimusnahkan. (DENAR/KALTENG POS)


Mungkin banyak yang belum tahu. Petugas Pemadam kebakaran tak hanya memadamkan api. Mereka juga menerima panggilan bagi warga yang merasah diresahkan dengan keberadaan sarang lebah.

 

DENAR, Palangka Raya

TELEPON pengaduan milik Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palangka Raya berdering. Sekitar pukul 15.05 WIB. Bergegas anggota piket mengangkat telepon itu. Namun, saat meletakkan kembali gagang telepon, raut wajahnya menunjukkan ekspresi dingin. Ternyata laporan yang diterima hanyalah soal keberadaan sarang lebah. Ekspresi itu tentu berbeda tatkala menerima laporan adanya kebakaran.

Tak berselang lama, masuk lagi laporan keberadan sarang lebah di perumahan. Total ada empat laporan pada hari itu, Selasa (7/1). Petugas sempat kebingungan. Harus mendatangi empat lokasi.

Komandan Regu Damkar Kota Palangka Raya Sucipto yang mendapat tugas langsung oleh Kepala Dinas Damkar Kota Palangka Raya Gloria Aden, dengan sigap melaksanakan tugasnya. Bersama enam anggota melakukan survei lokasi keberadaan sarang lebah yang dikeluhkan warga.

“Kami survei lokasi dan menyiapkan peralataan,” ujarnya kepada Kalteng Pos.

Evakuasinya menunggu matahari terbenam. Dinilai lebih optimal dibandingkan melakukan evakuasi saat siang atau sore hari. Berbahaya bagi petugas. Bisa disengat tanpa aba-aba oleh lebah. Jika dilakukan malam hari, kepekaan kawanan lebah terhadap musuh atau pengganggu menurun.

Sekitar pukul 18.00 WIB, tim Damkar Kota Palangka Raya langsung menuju lokasi pertama, yaitu di area Bundaran Besar, tepatnya depan Gedung Batang Garing. Empat petugas langsung menyiapkan alat, seperti baju khusus pemadam, kelambu yang sudah dimodifikasi untuk penutup kepala dan badan, lima botol pembasmi serangga, hingga tangga pemadam.

Dalam kondisi gelap gulita, dua petugas langsung memanjat pohon kembang tanjung yang tingginya sekitar lima meter. Di situlah bergantung gumpalan sarang lebah berjenis tawon ndas atau sering disebut tabuan dalam bahasa lokal Kalteng.

Dengan cekatan petugas langsung membungkus sarang lebah menggunakan kelambu sembari menyemprotkan cairan pembunuh serangga.

Rindangnya ranting pohon cukup menyulitkan proses evakuasi serangga yang terkenal dengan kekuatan sengatannya yang bisa melumpuhkan orang dewasa ini. Bahkan di tengah proses evakuasi, satu anggota damkar sempat mengibas pakaiannya. Setelah dicek, dua bekas sengatan lebah terlihat di bagian dada dan lengan kiri. Ia meringis kesakitan.

“Entah dari mana masuknya, saya merasa ada sesuatu dalam pakaian saya. Setelah beberapa detik, terasa sakit oleh sengatan,” tutur petugas itu seraya memperlihatkan titik merah bekas sengatan.

 

Setelah memastikan kawanan lebah telah lumpuh oleh racun serangga, selanjutnya petugas memotong dahan pohon tempat melekatnya sarang lebah itu. Dievakuasi ke tempat yang aman. Usai membereskan urusan di lokasi pertama, tim bergegas mendatangi lokasi berikutnya, yakni sebuah rumah di Jalan G Obos induk.

 

Sebagai kepala tim yang menangani keluhan warga terkait kebberadaaan sarang lebah, Sucipto mengingatkan warga agar jangan sekali-kali meremehkan lebah. Jika sengatan lebah menyasar korban yang sedang dalam kondisi lemah (daya tahan tubuh menurun), maka bisa berakibat fatal.

”Karena kekuatan sengatan lebah bisa membuat orang pingsan, bahkan bisa mengakibatkan korban meninggal dunia,” bebernya.

Sementara itu, pemilik rumah yang terdapat sarang lebah, Indri, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tim Damkar Kota Palangka Raya yang telah membantu membereskan sarang lebah di rumahnya. Menurutnya, sarang lebah itu sudah bertahun-tahun bergantung di rumahnya. Karena lebah itu menyerang anak lelakinya, ia pun langsung meminta bantuan damkar untuk melakukan pembongkaran sarang lebah itu.

”Dahulu anak dan suami saya pernah disengat di bagian kepala. Bahkan keduanya langsung demam dan dirujuk ke rumah sakit,” ungkapnya.

Proses pemusnahan terhadap sarang lebah di empat lokasi itu dilakukan tim hingga larut malam. Meskipun jam tangan sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB, masih ada dua lokasi lagi yang belum ditangani petugas malam itu. (ce/ram) 

Editor :
Reporter :

You Might Also Like