Ilustrasi kawasan ibu kota baru Indonesia (foto: net)


INDONESIA bekerja sama dengan Australia membangun pabrik alat peledak, khususnya detonator yang dapat dipenuhi kebutuhan dalam negeri. Pabrik ini akan dibangun di tanah seluas 25 hektar di Muara Badak, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Ada dua perusahaan yang akan mewakili masing-masing negara dalam kerja sama ini. Trifita Perkasa dari Indonesia akan bekerja sama dengan Orica Mining Services dari Australia.

Dalam sambutannya, Presiden Direktur Trifita Perkasa Hery Kusnanto menyatakan, bahwa pabrik akan dibangun di lahan seluas 25 hektar. Lokasinya di Muara Badak, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang merupakan salah satu lokasi ibu kota baru.

“Untuk mampu produksi bahan peledak dalam hal ini detonator, akan kami bangun pabrik agar kebutuhan nasional dapat dipenuhi dari pabrik domestik,” kata Heru, Sabtu (14/12).

Heru menyebutkan, target pabrik kerja sama ini bisa memproduksi 1 juta unit detonator elektrik dan 3 juta unit detonator non-elektrik. Rencananya, konstruksi akan dimulai Maret tahun depan, dan bisa beroperasi di bulan November.

“Kapasitas pabrik dicanangkan bisa produksi 3 juta non elektrik detonator, dan 1 juta elektronic detonator. Rencananya Maret 2020 kita mulai konstruksi, harapannya bisa cepat November dimulai operasi,” terangnya.

Heru menjelaskan, kerja sama yang dilakukannya berupa kerja sama pengalihan teknologi dari Australia ke dalam negeri. Nantinya, pihaknya membangun pabrik, mesin dan teknologinya didapatkan dari Orica Mining Service.

Heru juga menyebut, investasi yang dikeluarkan sebesar AUS$ 12 juta atau sekitar Rp 116 miliar (dalam kurs Rp 9.688).

“Kerja sama dilakukan dengan Orica yang memiliki izin produk Orica. Nanti teknologi juga dari sana, kita siapkan lahan, pabrik, sama pekerjanya. Nilai investasinya AUS$ 12 juta,” ujarnya.

Sementara itu, Ditjen Pothan Kementerian Pertahanan Sri Yanto menambahkan, detonator digunakan sebagai alat pemicu ledakan. Biasanya, detonator digunakan oleh industri tambang dan konstruksi untuk meledakkan lapisan tanah.

“Detonator biasanya untuk industri tambang ataupun konstruksi. Jadi alat ini biasanya dipakai untuk meledakkan lapisan tanah yang akan kita gunakan areanya,” jelasnya.

Ia mencontohkan, biasanya para penambang akan meledakkan lapisan tanah yang mau ditambang untuk membuka akses menuju hasil tambang. Setelah hasil tambang terlihat, pengerukan pun dilakukan.

“Kalau di tambang berarti untuk ledakan lapisan tanah yang mau ditambang. Dia diledakkan, kemudian sisa tanahnya digeser, hasil tambangnya kita ambil,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, bisa digunakan pada industri konstruksi, khususnya dalam pembangunan jalan. Misalnya, sebuah jalan ingin dibuat menembus bukit, maka bukit itu akan diledakkan setelah itu proses konstruksi dimulai.

“Kalau konstruksi misal mau bikin jalan, nembus bukit. Bukitnya kita ledakan, setelah itu land clearing areanya baru kita mulai konstruksi,” pungkasnya. (der/fin/kpc)

Loading...

You Might Also Like