ILUSTRASI/NET


MUARA TEWEH - Terlalu nafsu berbelanja online, hingga Normarina dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Liberty SM Purba dengan hukuman penjara 2 tahun dan 8 bulan. Hal itu terungkap pada sidang di Pengadilan Negeri Muara, Kamis (12/12). Mendengar tuntutan itu, terdakwa hanya pasrah dengan keadaan, dan menunggu putusan hakim, Rabu (18/12) mendatang.

Jaksa Liberty saat dikonfirmasi wartawan Sabtu (14/12) mengatakan, terdakwa Normarina terbukti melakukan pencurian uang Rp 18 juta milik Elsiana, Kamis 2 Mei 2019 lalu untuk bayar belanja online. "Terdakwa dituntut dengan hukuman 2 tahun 8 bulan," tegasnya.

Pencurian uang itu terjadi saat terdakwa sedang berada di rumah Elsiana sekitar pukul 13.00 WIB. Karena melihat tas korban yang di atas meja ruang tengah, lalu terdakwa hampiri dan membuka tas itu. Dia melihat ada buku rekening dan KTP asli lalu ia ambil. Sementara korban sedang berada di dapur.

Pada pukul 14.00 WIB terdakwa pergi ke Bank Kalteng di Jalan Jenderal Sudirman, Puruk Cahu dengan maksud mengirimkan uang dari rekening korban. Karena tidak bisa, harus ditarik terlebih dahulu baru bisa kirim.

"Selanjutnya, terdakwa menyerahkan buku rekening dan KTP asli milik korban Elsiana. Pihak teler bank lalu menyerahkan lembar slip penarikan uang yang harus ditandatangani sendiri oleh pemilik buku rekening. Lalu, terdakwa pulang dan menirukan tanda tangan korban dengan cara melihat di KTP korban," ungkapnya.

Liberty menambahkan, setelah itu terdakwa kembali ke bank dan menunggu sebentar. Pihak teler pun menyerahkan uang Rp 18 juta kepada terdakwa. Tanpa rasa takut, terdakwa kembali ke rumah korban untuk mengembalikan buku rekening dan KTP asli sewaktu korban sedang tidur dalam kamarnya.

"Hingga akhirnya korban mengetahui uang dalam rekeningnya hilang, lalu melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Polisi pun berhasil mengungkapnya dan menangka terdakwa untuk ditahan di Polsek Murung guna proses lebih lanjut," terangnya.

Tujuan terdakwa mencuri uang korban untuk dikirim kembali ke seseorang karena ada memesan barang secara online. "Terdakwa dan korban masih ada ikatan keluarga," ungkap Liberty. (adl/ens)

Editor :
Reporter :

You Might Also Like