Kepala Dinas PUPR Kalteng Shalahuddin (kiri) meninjau proyek jalan di daerah barito, beberapa waktu lalu. (DINAS PUPR UNTUK KALTENG POS)


PALANGKA RAYA-Pemprov Kalteng terus melakukan pemerataan pembangunan yang betul-betul bisa dirasakan masyarakat manfaatnya. Untuk memastikan progres pembangunan itu berjalan dengan maksimal, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng rutin melakukan monitoring ke lapangan.

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran melalui Kepala Dinas PUPR Kalteng Shalahuddin mengatakan, pihaknya melakukan monitoring pembangunan multiyear dan regular yang sudah berjalan dan akan berakhir tahun 2019. Fokus monitoring itu dilaksanakan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito.

Pengecekan yang dilakukan oleh Kadis PUPR Shalahuddin bersama jajarannya adalah pembangunan jalan di km 34 simpang Benangin-Lampeong. Jalan yang berada di Kabupaten Barito Utara (Batara) pembangunannya akan selesai tahun ini.

“Selain itu juga di Barito Selatan (Barsel) tepatnya di ruas jalan simpang Patas Tabak Kanilan, Rikujawu yang merupakan jalan provinsi yang selesai tahun ini juga,” ujar Shalahuddin kepada Kalteng Pos via telepon, Sabtu (14/12).

Sementara untuk Jembatan Kalahien yang fendernya ditabrak tongkang batubara beberapa waktu lalu, tak lepas dari monitoring Dinas PUPR Kalteng. Jembatan ini, kata Shalahuddin, merupakan jalur fital untuk kabupaten wilayah Barito dan juga Palangka Raya.

“Kita juga monitoring fender dan pembangunan sudah berjalan karena merupakan kewenangan Dinas Perhubungan dan menggunakan asuransi, sehingga perusahaan yang menabrak bertanggungjawab. Tetapi karena diasuransikan maka menggunakan aprisal,”imbuhnya.

Oleh karena itu pihaknya akan terus melakukan pemantauan kepada daerah-darah yang sedang dan akan selesai pembangunan pada tahun 2019 ini, sesuai dengan arahan Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur Habib Ismail Bin Yahya.

“Ini bentuk keseriusan mereka sejak awal menjabat. Itu telah dibuktikan dengan adanya penghargaan yang diterima dari Kementerian PUPR beberapa waktu lalu,”jelas H Shalahuddin lagi.

Salah satu indikatornya adalah selama ini tidak ada pekerjaan yang tidak selesai.  Semua selesai 100 persen untuk proyek fi sik. Untuk penyerapan anggaran baik dari belanja modal, mencapai di atas angka 94 persen dan belanja rutin di atas 94 persen. Sementara provinsi lain masih dibawa 80 persen.

Selain itu mereka melihat dari sisi perencanaan dan program awal melalui program e-planing krisna dan dilakukan  penilaian dan seleksi okeh Bapenas dan Kementerian  PUPR. Sehingga Kalteng merupakan salah satu provinsi yang memenuhi syarat dan sangat strategis menetukan perekonomian masyarakat seperti akses pelabuhan, daerah tertinggal, tempat wisata dan lain-lain.

“Jadi kita mulai dari pemrograman, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan dan  pengendalian selalu taat, tepat  sasaran, tepat mutu dan tepat  waktu serta bermanfaat untuk  masyarakat,”jelasnya.

Penghargaan tersebut merupakan satu diantara sekian  banyak program kerja dan bimbingan gubernur H Sugianto Sabran melalui Dinas PUPR. Tentunya bukan  hanya dana alokasi khusus, dana alokasi umum juga  diberlakukan sama. Hal ini menunjukan kepada masyarakat Provinsi Kalteng bahwa Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran melalui Dinas PUPR selalu hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat khususnya permasalahan infrastruktur di Provinsi Kalteng. (nue/ala) 

Loading...

You Might Also Like