Kajari Palangka Raya Zet Tadung Allo (dua dari kanan), Ketua PWI Kalteng Haris Sadikin, dan Aristoteles (kiri) saat menjadi narasumber dalam diskusi antikorupsi. (AGUS PRAMONO/KALTENG POS)


Bertepatan dengan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia, Kejaksaan Negeri (Kejari) Palangka Raya menyelenggarakan berbagai kegiatan, dengan mengundang dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

 

AGUS JAYA, Palangka Raya

Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam tempo dua hari. 12-13 Desember 2019. Melibatkan pegawai lingkup Kejari Palangka Raya, mitra kerja, maupun masyarakat. Kajari Palangka Raya Zet Tadung Allo juga meresmikan Aula Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu( PTSP) dan ruang perpustakaan Kejari Palangka Raya. Acara peresmian itu dihadiri Kajati Kalteng Adi Sutanto, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, Ketua Pengadilan Negeri Palangka Raya Paskatu Hardinata, kepolisian, TNI, dan kalangan mahasiswa.

“Peresmian aula PTSP ini dengan maksud memberikan dukungan serta pelayanan yang baik dan cepat kepada masyarakat yang memerlukan pelayanan administrasi yang cepat dan sinergis dari aparat hukum di lingkungan Kejari Palangka Raya,” kata Zet.

Terkait dibukanya perpustakaan, Zet menjelaskan, sarana perpustakaan digunakan sebagai penunjang bagi peningkatan kualitas SDM di lingkungan kejari. Keberadaan ruang perpustakaan tersebut diharapkan benar-benar dimanfaatkan oleh para pegawai lingkup kejari untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, baik pengetahuan bidang ilmu hukum maupun pengetahuan tentang perkembangan berbagai teknologi yang digunakan dalam dunia kejahatan dan pekembangan dunia kriminalitas.

“Jadi, kami berharap ke depannya memiliki aparat yang cerdas dan professional. Sebab, penegakan hukum itu tidak boleh asal-asalan. Harus berbasis hukum atau yuridis dan mempunyai manfaat serta berkeadilan,” tegas pria yang pernah menjadi penyidik KPK selama sepuluh tahun itu.

Selepas peresmian itu, digelar diskusi bersama. Acara yang bertempat di Aula Pertemuan Kejari tersebut mengusung tema “Peran Media  dalam  Pemberantasan Korupsi”. Kegiatan itu dilaksanakan atas kerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalteng. Puluhan mahasiswa, kalangan milenial, akademisi, dan insan pers tampak hadir dalam acara itu.

Dalam diskusi tersebut, para peserta menyoroti tentang peran serta lembaga pers dalam membantu pihak penegak hukum, guna mencegah dan memberantas  tindak pidana korupsi yang terjadi selama ini. Sejauh ini peran pers hanya sebatas melaporkan dan memberitakan kembali tindakan penegak hukum dalam upaya pemberantasan korupsi atau report on invetigation. Melalui diskusi tersebut, kehadiran pers diharapkan lebih proaktif dalam membantu upaya pemberantasan korupsi, dimulai dari tahap pencegahan dan tindakan pengawasan sedini mungkin.

“Jadi untuk ke depan wartawan diharapkan ikut mengambil peran dalam tahap pencegahan korupsi, dengan cara melaporkan kegiatan-kegiatan atau temuan di lapangan yang  dapat berpotensi menimbulkan kerugian negara atau merugikan masyarakat,” pinta Zet dalam forum diskusi itu.

Pada hari terakhir kegiatan, (13/12), kejari juga mengadakan acara senam  bersama yang dilaksanakan di halaman kantor. Kemudian dilanjutkan dengan pembukaan pasar murah, bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM Palangka Raya dan Perum Bulog.

Kegiatan pasar murah ini sengaja digelar dalam rangka membantu mengurangi beban biaya pegawai lingkup Kejari Palangka Raya dan masyarakat luas untuk membelanjakan kebutuhan menjelang perayaan Natal dan tahun baru. “Melalui operasi pasar murah ini, diharapkan masyarakat bisa terbantu dan tidak terbebani atas kenaikan harga bahan pokok yang sering terjadi jelang perayaan hari besar keagamaan, seperti Natal,” pungkasnya. (ram)

12

Editor :
Reporter :