Kepala BKD Kalteng Katma F Dirun (tiga dari kanan) bersama pegawai BKD di pusat pelayanan BKD, kemarin (10/12). (BKD KALTENG UNTUK KALTENG POS)


PALANGKA RAYA- Menjadi tugas dan kewajiban BKD Kalteng melayani para aparatur negara yang berkepentingan. Kemajuan zaman diimbangi dan risiko kecurangan sedemikian rupa ditekan. BKD Kalteng pun berbenah, dengan merombak sistem pelayanan menjadi lebih nyaman dan berintegritas.

Ketika menginjakkan kaki di karpet merah Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalteng, pintu utama terbuka secara otomatis. Kesan pertama yang terlintas yakni bak di hotel. Tak hanya itu, nuansa baru lobi yang saat ini difungsikan sebagai pusat pelayanan, juga dihiasi dengan senyum ramah para pegawai, mulai dari pintu hingga beberapa sudut ruangan.

“Selamat siang, dari mana? Ingin bertemu siapa?” sapa dua perempaun di pintu utama.

Buku hadir disedikan. Setiap tamu yang datang wajib untuk mengisinya. Dua penerima tamu itu mempersilakan agar penulis bisa duduk di sofa mana saja yang dikehendaki. Ruangan pelayanan dipenuhi para tamu yang memang sedang berkepentingan.

Ada yang berinteraksi di bagian pelayanan administrasi yang berlambangkan logo Si Taguh. Ada pula beberapa tamu yang sedang dilayani pegawai BKD di sofa-sofa empuk yang disusun rapi memenuhi ruangan lobi. Ruangan ini memang didesain bak hotel. Karpet merah melapisi lantai ruangan secara menyeluruh.

Ruangan yang didesain sedemikian rupa bak hotel ini, diinisiasi oleh Kepala BKD Kalteng Katma F Dirun dengan tujuan memberikan pelayanan prima kepada para tamu-tamu. Tak heran jika memasuki ruangan lobi BKD ini, para tamu merasa seakan sedang berada di hotel berbintang.

“Memang sengaja pusat pelayanan ini kami desain bak hotel, demi memberikan kenyamanan kepada para tamu yang berkepentingan. Ada AC yang dingin. Kami juga sediakan minuman, agar para tamu yang datang betul-betul merasa dihormati oleh para pelayan di BKD,” kata Katma F Dirun saat diwawancarai Kalteng Pos, Selasa (10/12).

 

Tidak hanya itu, jika di beberapa hotel berbintang setiap pengunjung harus diperiksa demi mencegah terjadinya hal-hal buruk, begitu pula yang diterapkan di BKD Kalteng. Sebelumnya, sistem pelayanan yang diberlakukan di BKD Kalteng adalah mempersilakan tamu yang berkepentingan untuk masuk dan berinteraksi langsung dengan pejabat yang ingin ditemui.

“Akan tetapi, dengan adanya pusat pelayanan ini, tidak ada lagi sistem yang membolehkan tamu masuk dan berinteraksi langsung dengan pejabat di ruang kerjanya. Semua harus terpusat di lobi yang sekarang jadi pusat layanan ini,” katanya.

Siapapun tamu dan siapa pun pejabat yang akan ditemui, tak ada pengecualian. Bahkan meski sebagai kepala badan, apabila kedatangan tamu, tak lagi melayani tamu dalam ruang kerja, tapi yang bersangkutan harus menemui tamu di ruang layanan.

“Mulai sekarang kami transparan. Semua pegawai harus masuk dalam rumah kaca yang bisa dilihat dari sisi mana pun. Tidak lagi tertutup. Setiap pergerakan jelas terlihat,” ujarnya.

Semua ASN digiring keluar dari lorong lama yang remang-remang menuju lorong terang benderang. Apalagi, setiap pintu akses masuk ke dalam ruangan melalui pusat pelayanan ini memiliki pintu yang hanya pejabat tertentu bisa mengaksesnya.

“Tujuan pusat pelayanan ini kan untuk mengindari interaksi yang tidak terlihat. Jadi, selain pejabat yang bersangkutan, tidak ada yang bisa masuk ke dalam ruang kerja, karena pintu sudah dipasang password,” kata Katma.

Menurut Katma, nuansa pelayanan nyaman bak hotel ini diadopsinya dari sistem yang diterapkan di negara Korea dan Singapura. Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi pelayanan-pelayanan yang selama ini ia rasakan dari masyarakat.

“Saya akan merasa berutang budi apabila saya tidak bisa menerapkan pelayanan yang baik pula di lingkup ASN ini. Atas dasar itulah saya ingin pelayanan di BKD ini tidak kalah dengan pelayanan di hotel bintang lima,” beber pria yang menjabat sebagai Kepala BKD Kalteng sejak 2018 ini.

Secara bertahap, sembari menyesuaikan anggaran, pihaknya ingin agar ke depannya seluruh ruangan di BKD didesain dengan nuansa yang lebih nyaman. “Bertahap, yang penting pusat layanan harus nyaman terlebih dahulu. Ruangan saya saja tidak menggunakan karpet merah. Kursi sofa dipindahkan ke sini (ruang layanan),” ucapnya sembari tersenyum kecil.

Menurut Katma, perubahan-perubahan ini memang sudah masuk dalam draf programnya sejak Maret 2018 lalu, yakni perencanaan reformasi pelayanan BKD, reformsi metode kerja, rekonstruksi pelayanan, membangun pelayanan mandiri berbasis IT, membangun sistem merit, monev dan pengembangannya, serta profesionalisme pegawai dengan pelayanan yang prima.

“Sistem merit ini, semua pejabat yang memenuhi syarat kami berikan kesempatan yang sama untuk menduduki posisi jabatan tertentu. Kami berikan peluang yang sama melalui ujian kompetensi atas dasar kualifikasi kompetensi dan moral,” paparnya.

Ada tujuan poin yang harus dicapai, yang dimulai sejak 2018 hingga 2021 mendatang. Saat ini sudah mencapai poin kelima. Poin keenam dan ketujuh merupakan pengembangan dari poin satu sampai lima.

“Kami ingin BKD ini adaptif (menyesuaikan perubahan dengan cepat) dan agile (tangkas),” singkatnya.

Tujuan akhir dari program ini adalah terbentuknya ASN profesional dengan tingkat pelayanan prima, yang pada dasarnya mendukung visi dan misi gubernur Kalteng H Sugianto Sabran terhadap tata kelola pemerintahan yang baik, dengan mengedepankan pelayanan transparan yang berbasis IT serta menjaga integritas.

“Pada era globalisasi ini, organisasi pemerintah dihantam arus perubahan. Jika kita tak mampu membangun organisasi adaptif dan agile, maka pada akhirnya akan tergulung. Oleh sebab itulah BKD menyusun rencana menuju organisasi adaptif dan agile,” katanya.

Ada hal lain yang menarik dari pelayanan yang diberikan di kantor BKD. Sebelum meninggalkan kantor itu, para tamu dipersilakan untuk menulis kritik dan saran pada rumah pohon yang ada di ruangan itu. Ada dua jenis kertas berbentuk daun. Berwana hijau dan oranye. Tamu bisa menuliskan segala macam kritikan pada daun berwarna oranye itu. Sementara daun hijau diperuntukkan bagi para tamu untuk menuliskan rasa kepuasannya.

“Silakan diisi ya. Daun hijau untuk kepuasan terhadap pelayanan di BKD. Kalau daun oranye, tuliskan kritik dan saran,” ucap salah satu dari dua penerima tamu itu. (abw/*/ce/ala)

Editor :
Reporter :

You Might Also Like