Kepala Badan Kesbangpol Kalteng, Agus Pramono dan Tim Puskomin melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Kesbangpollinmas Jawa Barat Heri Hudaya, Kamis (5/12). (PUSKOMIN UNTUK KALTENG POS)


PALANGKA RAYA – Tim Pusat Komunikasi dan Informasi (Puskomin) Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Kalteng melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Barat. Kunjungan kerja selama tiga hari (4-6/12) itu dipimpin Kepala Badan Kesbangpol Kalteng, Agus Pramono dan Kabid Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Kalteng, Johni Sonder.

Saat bertemu Kepala Badan Kesbangpollinmas Provinsi Jawa Barat, Herri Hudaya, Agus Pramono menjelaskan tujuan kunjungan tersebut sebagai salah satu upaya untuk menggali dan mempelajari upaya-upaya Pemprov Jabar dalam mengelola berbagai potensi konflik di masyarakat, terutama menjelang perhelatan pilkada.

“Jawa Barat ini merupakan provinsi dengan penduduk terbesar di Indonesia, dengan tingkat kerawanan konflik yang sangat tinggi pula. Bahkan dalam pemilu, seperti pilpres dan pilkada lalu, termasuk dalam zona merah. Tetapi ternyata hal itu bisa diatasi dengan baik,” kata Agus saat bertemu Herri Hudaya, Kamis (5/2/2019).

Tingginya potensi konflik dan kompleksitasnya itu, menurut Agus, ternyata mampu diantisipasi dan dikelola dengan baik, sehingga tidak sampai menimbulkan persoalan-persoalan yang meluas dan mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.

Berdasarkan Permendagri Nomor 02 tahun 2018 tentang kewaspadaan dini di daerah mempunyai tujuan yang meliputi pendeteksian, pengidentifikasian, menilai, menganalisa. “Karena itu, upaya-upaya antisipasi dan pencegahan yang dilakukan Pemprov Jabar, dalam hal ini Kesbangpol, juga mungkin akan berguna bagi Kalteng yang akan menyelenggarakan pilkada pada 2020 nanti,” sebut Agus.

Menanggapi hal itu, Heri Hudaya mengakui tingkat potensi kerawanan konflik di Jabar termasuk yang paling tinggi di Indonesia. Sehingga untuk mencegah terjadinya kerawanan sosial masyarakat, pihaknya terus meningkatkan koordinasi, keterpaduan serta sinergitas antara seluruh aparatur pemerintah dengan semua komponen masyarakat agar bersatu menjaga persatuan dan kesatuan.

“Di Jawa Barat pun pada 2020 ini akan ada 8 kabupaten/kota yang menggelar pilkada. Sehingga dinamika sosial politik dan keamanan ini memang perlu menjadi perhatian serius kita semua. Salah satu upaya strategis yang kami lakukan untuk mengantisipasi kerawanan adalah dengan merangkul serta menghimpun potensi-potensi itu,” jelas Heri.

Kemudian melakukan upaya-upaya pencegahan sedini mungkin setiap potensi kerawanan, baik yang bersifat politik maupun yang mengarah pada gangguan kamtibmas. “Kami berusaha semaksimal mungkin untuk tidak membiarkan potensi kerawanan itu ada dan berlangsung lama. Selain melibatkan aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan, yang paling penting adalah pelibatan masyarakat itu sendiri dalam melakukan antisipasi,” ujarnya.

Selain melakukan pertemuan dengan Heri Hudaya, tim Puskomin juga melakukan serangkaian pertemuan dengan sejumlah pihak, di antaranya Forum Forum Ormas, LSM dan Komunitas Jawa Barat, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Jawa Barat. (nto)

Loading...

You Might Also Like