Kepala Dinas TPHP Kalteng Sunarti menandatangi kerja sama penggunaan kartu tani untuk penyaluran pupuk bersubsidi oleh pemerintan, Rabu (3/12). (TPHP UNTUK KALTENG POS)


PALANGKA RAYA- Berdasarkan data Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pertanian, pada 2018 lalu lahan pertanian yang tersedia untuk dikembangkan di Kalteng yakni seluas 3,7 juta hektare (ha). Ketersediaan lahan itu dioptimalkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng untuk peningkatan dan pengembangan sektor pertanian. Selain lahan, kunci untuk mencapai keberhasilan peningkatan produksi pertanian yakni adanya dukungan sarana produksi yang tepat dan optimal, khususnya pupuk.

Untuk mencapai itu, Pemprov Kalteng melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng melaksankan penandatanganan kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI), yang dilaksanakan di Hotel Bahalap, Rabu (4/12). Kerja sama tersebut bertujuan untuk memfasilitasi petani dalam hal penebusan pupuk bersubsidi dari pemerintah.

"Jadi, kartu tani dikeluarkan oleh perbankan kepada petani untuk digunakan dalam transaksi penebusan pupuk bersubsidi melalui mesin elektronic data capture di pengecer resmi," kata Kepala TPHP Kalteng, Sunarti.

Diungkapkannya, sudah seharusnya keberadaaan sarana produksi terjangkau oleh para petani. Pemerintah perlu mencari cara agar sarana dan prasarana produksi pertanian benar-benar menyentuh hingga daerah-daerah sentra produksi.

"Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dalam hal penyediaan pupuk dan pestisida. Khusus untuk pupuk, pemerintah telah menyediakan subsidi, sehingga harga pupuk relatif lebih murah dan terjangkau oleh petani," tegasnya.

Untuk itu, lanjutnya, kartu tani akan menjadi identitas bagi para petani sebagai bukti hak untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Saat para petani hendak mendapatkan pupuk bersubsidi, diwajibkan untuk membawa serta dan memperlihatkan kartu tani yang dimiliki masing-masing.

"Dengan demikian, petani yang tidak memiliki kartu identitas atau kartu tani ini otomatis tidak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi itu," tegasnya.

Dalam MoU yang digelar kemarin itu, pihak BRI juga memberi pemaparan terkait tata cara penyaluran kartu tani yang dimaksud. Dengan demikian, diharapkan mekanisme dan prosedur akan benar-benar dipahami oleh para petani pengguna kartu itu. (abw/ala)

Loading...

You Might Also Like