Asisten II Setda Kalteng mewakili Gubernur Kalteng saat melaunching Pemilihan Gubernur Kalteng bersama KPU Kalteng


PALANGKA RAYA - Netralitas aparatur sipil negara (ASN) dan upaya memecah belah menjadi perhatian serius Pemerimtah Provinsi pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalteng 2020 mendatang. Sebab, ASN dituntut harus netral sesuai aturan yang berlaku dakam tugas dan tanggung jawabnya.

Sementara upaya memecah belah juga rawan terjadi dalam pelaksanaan Pemilu. Asisten II Setda Provinsi Kalteng Nurul Edy mengatakan, dengan launching Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalteng 2020 oleh KPU Kalteng, maka tahapan Pilgub telah dimulai. 

"Kami meminta seluruh pelaksanan dan pihak terkait dapat berkoordinasi dan berkolaborasi untuk menyukseskan Pilgub Kalteng dan Pilbup Kotim 2020. Itu penting agar pelaksanaan berjalan aman, lancar, tertib serta sukses," ucap Nurul Edy membacakan Sambutan Gubenrur Kalteng Sugianto Sabran, Rabu (4/12).

Dia mengatakan, kerawanan dalam Pilgub Kalteng dan Pilbup Kotim harus diantisipasi sejak dini. Untuk itu, persolan yang mengarah pad perpecahan, adu domba dan hujatan harus diantisipasi sejak dini.

"Mari kita bersama menyukseskan Pilkada aman dan damai, sesuai dengan tagline KPU Kalteng, yakni Demokrasi Indah Kalteng Batuah. Hindari hoax, ujaran kebencian dan adu domb," ujarnya.

Gubernur juga mengingatkan agar seluruh ASN netral pada Pilgub dan Pilbup 2020 mendatang.

"Saya meminta ASN harus menjaga netralitas. Jangan sampai ada yang beramin dan mendukung dengan menggunajan kewenangannya sebagai ASN. Sebab, sanksi tegas akan diberikan bagi ASN yang tidak netral," pungkasnya. (arj)

Loading...

You Might Also Like