Wakil Wali Kota Palangka Raya Hj Umi Mastikah saat mengikuti kegiatan GNPDAS di kawasan Taman Pasuk Kameloh, Selasa (3/11).( PROKOM PEMKO UNTUK KALTENG POS)


PALANGKA RAYA - Wakil Wali Kota Palangka Raya Hj Umi Mastikah mengatakan, pemerintah di Kota Cantik akan berkomitmen menjaga lingkungan demi masa depan. Salah satunya melalui Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS). Kata dia, kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pemulihan hutan dan lahan, khususnya di Kota Palangka Raya, yang beberapa waktu lalu mengalami bencana karhutla.

Menurutnya, GNPDAS ini merupakan pengembangan dari kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia, yang memiliki perspektif lebih luas yaitu pemulihan lahan kritis di hulu DAS. “Kegiatan ini merupakan amanat dari Kementerian Lingkungan Hidup RI yang bertema pulihkan lahan demi masa depan,” katanya.

Saat ini, tambah dia, Indonesia memiliki 14 juta hektare lahan kritis yang tersebar di 17 ribu DAS seluruh Indonesia. Lahan kritis ini harus dipulihkan dengan cara melakukan penanaman pohon serta membangun bangunan konservasi tanah dan air seperti teras, dam penahan, gully plug, embung serta melakukan pengembangan usaha tani konservasi berupa agroforestri.

“Palangka Raya adalah kota yang sepertiga daerahnya dialiri sungai. Di bantaran tepi sungai ini juga banyak sekali masyarakat yang tinggal. Bahkan ada beberapa masyarakat yang melakukan budi daya ikan di bantaran DAS Kahayan," ucapnya saat kegiatan GNPDAS di kawasan Taman Pasuk Kameloh, Selasa (3/11).

Umi berharap, dengan adanya penanaman pohon di pinggir DAS Kahayan ini, kelak mampu menjadi salah satu upaya penghijauan kembali terhadap Kota Palangka Raya. "Kami berharap, segenap masyarakat Kota Palangka Raya, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, mendukung program pemerintah dalam menjaga serta melestarikan lingkungan hidup maupun daerah aliran sungai," pungkasnya. (*ahm/ami/iha/CTK)

Loading...

You Might Also Like