Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi). (dok Jawapos.com)


Pemilihan ketua umum Golkar akan dilakukan secara aklamasi, dengan menunjuk Airlangga Hartanto kembali sebagai pemimpin untuk 5 tahun mendatang. Itu dilakukan setelah Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan mundur dari bursa Calon Ketua Umum di Munas Golkar 2019.

“Kemungkinan besar arahnya kepada aklamasi. Mekanisme sesuai dengan AD/ART tetap harus dilalui. Proses persidangan tetap akan dilaksanakan,” kata Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Sadziliy kepada wartawan, Selasa (3/12).

Sementara itu, Komite Pemilihan Munas Golkar Maman Abdurahman mengatakan, dari 9 nama caketum yang mendaftar, hanya 5 nama yang menemuhi syarat. Mereka adalah Airlangga Hartarto, Bambang Soesatyo, Ridwan Hisjam, Ali Yahya dan Agun Gunanjar.

“Keempat nama yang lainnya belum memenuhi syarat yaitu Pak Indra Bambang Utoyo, Pak Achmad Annama, Pak Aris Mandji, satu lagi Derek Lopatty,” kata Maman.

Maman menjelaskan, tidak lolosnya empat caketum karena berbagai alasan. Misalnya, Bambang Utoyo karena tidak menyanggupi syarat pernyataan untuk tidak membuat partai baru apabila kalah bersaing. Termasuk syarat minimal menjadi pengurus Golkar 5 tahun yang tidak dipenuhi.

Sedangkan Derek Lopatty gagal karena alasan prestasi. Sementara Aris Mandji gagal karena pernah menjadi caleg di partai lain.

“Komite pemilihan betul-betul bedasarkan fakta dan data syarat-syarat administrasi yang ada,” imbuh Maman.

Sementara itu, Ketua Panitia Munas Golkar Adies Karding mengatakan, selain Bamsoet, Ali Yahya juga mundur sebagai caketum Golkar. Alasannya diduga karena kesulitan mendapat dukungan dari 30 persen suara DPD.

“Mungkin kurang kesiapan karena terkait persyaratan 30 persen dukungan, kalau susah didapat percuma juga maju. Mungkin itu ya saya juga kurang tahu, yang saya dengar beliau sudah mengundurkan diri,” pungkasnya.

Sebelumnya, secara mendadak Bamsoet akhirnya memutuskan mundur dari pencalonannya sebagai Ketum Golkar. Keputusan itu diambil usai dirinya menggelar pertemuan tertutup dengan Airlangga Hartarto dan Menko Maritim Luhut Pandjaitan.

Pertemuan yang digelar di kantor Kemenko Maritim, Selasa (3/12) itu juga dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie atau yang biasa disapa Ical.

“Saat ini yang ada adalah pro Golkar dan pro Indonesia Maju. Maka, dengan semangat rekonsiliasi yang kita sepakati bersama, demi menjaga soliditas, keutuhan Golkar, saya menyatakan tidak meneruskan pencalonan saya sebagai kandidat Ketum Golkar,” ujar Bamsoet di hadapan Luhut dan Airlangga.

Bamsoet menuturkan, kekompakan ini penting demi menyongsong Pemilu 2024 dan Pilkada 2020. Oleh sebab itu, ia mengesampingkan keinginannya untuk maju sebagai Caketum Golkar. (jpc)

 

Loading...

You Might Also Like