Ilustrasi


PALANGKA RAYA - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalteng menggambarkan bahwa peredaran narkoba yang ada di Kalteng,  berasal dari daerah luar dan disalurkan lewat beberapa jalur rawan.

Hal tersebut dibeberkan ketika pemusnahan barang bukti narkotika berupa sabu seberat 301 gram dan 20 pil ekstasi, di halaman gedung BNNP Kalteng. Selasa (3/12).

Kepala BNNP Kalteng Marudut Hutabarat menuturkan,  dari gambaran BNNP Kalteng, ditahun 2019 peredaran narkoba di Kalteng berasal dari daerah luar dan pihaknya juga menegaskan tidak ada indikasi bandar narkoba di wilayah Kalteng. Selain itu, masuknya narkoba dikalteng meliputi beberapa jalur rawan.

"Gambaran kita ditahun 2019 ini,  peredaran narkoba yang ada di Kalteng berasal dari daerah lain seperti luar provinsi bahkan ada yang dari pulau Jawa. Kita gambarkan juga disini tidak ada bandar narkoba. Di Kalteng sendiri ada pelabuhan, jalur udara, jalur darat, kita Indikasikan mereka melakukan pengedaran narkoba lewat tiga jalur tersebut," bebernya.

Dalam kesempatan tersebut, Marudut juga menyampaikan kendala yang dialami penegak hukum terhadap jaringan yang mengedarkan narkoba di Kalteng.

"Kendala dilapangan antara lain, dalam pengungkapan jaringan yang bisa dibilang tertutup kita harus detail dan harus ada bukti yang kuat. Bukan kendala teknis, tetapi memang kita menghadapi jaringan yang tertutup. Jadi tergantung kita dalam upaya menghadapi dan membongkar jaringan yang ada," tambahnya. (ard)

Loading...

You Might Also Like