Kepala Dinas Perkim Leonard S Ampung (Pakai jas hitam) bersama pegawai PUPR saat hadiri hari bakti PURP kalteng, Selasa (3/12).


PALANGKA RAYA - Setelah berhasil dan rampung membangun rumah layak bagu warga kurang mampu, melalui program bedah rumah. Pemprov Kalteng apda tahun 2020 kembali akan membangun ribuan rumah bagi masyarakat yang memiliki rumga tidak layak huni.

Pembangunan tersebut akan dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Provinsi Kalteng. Setidaknya program bedah rumah tersebut dapat mengurangi rumah tidak layak huni di Kalteng dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membangun rumah yang layak.

"Pada tahun 2019 ini, pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu sudah rampung semua. Itu baik dari progr pusat maupun program Bedah Rumah Kalteng Berkah," kata Kepala Disperkim Kalteng Leonard S Ampung, Selasa (3/12).

Dia mengatakan, secara keseluruhan rumah tidak layak huni di Kalteng jumlahnya cukup besar. Karena itu, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran ingin rumha tidak layak huni tersebut terua dikurangi, bahkan tidak ada lagi di kalteng.

"Total yang kita bangun di tahun 2019 iti sekitar 4 ribu lebih. Tahun 2020 juga demikian, sampai nanti rumah tidak huni di Kalteng tidak ada lagi," ucapnya.

Secara keseluruhan rumah tidak layak huni di Kalteng berada di angka 100 ribu unit lebih. Maka dari itu, Pemorov Kalteng akan melobi pusat agar bantuan untuk bedah rumah tidak layak huni turun secara signifikan.

"Saat ini tersisa sekitar 185 ribu unit rumah tidak layak huni yang tercatat. Harapan kita rumah tidak layak huni tersebut turun signifikan," ujarnya.

Kabupaten yang paling banyak mendapat bantuan bedah rumah, yakni Kotim dan Kapuas. Itu sesuai dengan kepadatan penduduk di dua kabupaten tersebu. "Kotim dan Kapuas paling banyak, karena memang penduduknya banyak dan juga padat di dua wilayah tersebut," pungkasnya. (arj)

 

Loading...

You Might Also Like