Ketua Bawaslu Kotim M Tohari


SAMPIT - Demi meningkatkan popularitas menjelang Pilkada Kotim 2020, baliho sebagai sarana memperkenalkan diri ke khalayak ramai semakin menjamur di Bumi Habaring Hurung. Meskipun menyebut hal itu sah-sah saja, namun Bawaslu Kotim tetap meminta agar para kandidat menjaga estetika.

“Pemasangan baliho memang boleh dipasang berapa pun dan di mana pun. Apalagi berapa lebar dan panjangnya. Dari segi aturan memang membolehkan, bahkan hal ini sangat baik untuk memperkenalkan diri sedini mungkin,” kata Ketua Bawaslu Kotim M Tohari kepada Kalteng Pos, Senin (2/12).

Hanya saja, ungkap dia, tentu tetap harus memperhatikan lokasi menempatkan baliho. “Misalnya terkait keamanan, harus berkoordinasi dengan dinas perizinan, dinas tata kota,” ungkapnya.

Apabila tidak, lanjut dia, pemerintah berkaitan dengan tata kelola bisa menindaklanjuti, agar aman dan indah. Dirinya menambahkan, sebelum penetapan sebagai calon bupati maupun wakil, pemasangan itu sah-sah saja.

“Yang mengikat adalah saat pasangan ini sudah ditetapkan sebagai pasangan calon dari KPU, hingga berakhirnya pencoblosan. Itu yang mengikat dari aturan kami,” tambahnya.

Tidak ada seorang pun, urai dia, yang boleh dan melarang hak-hak politik seseorang untuk memperkenalkan diri sebagai bakal calon. Tapi perlu digarisbawahi, ujar Tohari, tata kelola pemasangan, dan siapa saja yang memasang baliho tersebut harus memperhatikan aturan dari pemerintah daerah. “Jujur saja, kami tidak mempunyai kewenangan untuk melakukan teguran. Hingga saat ini tidak ada masalah terkait pemasangan baliho tersebut,” akuinya.

Jangan sampai akhirnya, jelasnya, hal itu cenderung menggerus dan tidak memperhatikan pengguna jalan dan tidak memperhatikan aturan dari pemerintah. “Saya harap bakal calon ini taat terhadap nilai-nilai estetika itu. Saya yakin pemkab juga mengatur masalah tata kelola keindahan dan lain seterusnya di Kotim ini,” pungkasnya. (rif/ami/nto)

Loading...

You Might Also Like