Presiden Joko Widodo (Jokowi) dirinya tidak akan ikut campur mengenai pemilihan ketua umum partai berlogo pohon beringin tersebut. Apalagi sampai melakukan intervensi. (Raka Denny/Jawa Pos


Isu ada ‘tangan istana’ di Musyawarah Nasional (Munas) Golkar yang sudah dibantah oleh Jubir Presiden Fadjroel Rachman, masih terus menui banyak komentar. Direktur Indonesia Public Institute Karyono Wibowo.

Karyono menuturkan, jika sampai terbukti ada ‘tangan istana’ yang bermain di munas Golkar, maka bukan tidak mungkin partai beringin itu akan kembali pecah.

“Jika tidak netral, maka bisa saja menimbulkan kekecewaan kepada faksi yang ada di Golkar yang saat ini menaruh kepercayaan kepada Presiden Jokowi,” ujar Karyono kepada wartawan, Senin (2/12).

Bahkan, lanjutnya, jika kemudian sampai menimbulkan perpecahan, maka yang jelas dirugikan adalah pemerintah. Dalam hal ini Jokowi sendiri karena Golkar adalah partai pendukungnya.

“Secara tidak langsung Presiden dirugikan, Golkar tidak solid dan bisa merugikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, menteri Jokowi disebut turun tangan untuk memastikan kemenangan Airlangga Hartarto dalam Munas Golkar. Mereka disebut-sebut berperan mengumpulkan para DPD I Partai Golkar.

Kabarnya, para pemilik suara di Munas itu dikumpulkan di Hotel Keraton, Jalan MH Thamrin, Jakarta belum lama ini. 34 DPD I Golkar dikabarkan hadir.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, dirinya tidak akan ikut campur mengenai pemilihan ketua umum partai berlogo pohon beringin tersebut. Apalagi sampai melakukan intervensi.

“Itu urusan internal Golkar, sebagai partai besar, saya kira enggak mungkin bisa diintervensi oleh menteri, eksternal,” ujar Jokowi di kompleks istana kepresidenan, Jakarta, Senin (12/2).

Jokowi menegaskan, tidak mungkin orang-orang yang berada di dalam kabinetnya bisa melakukan intervensi. Dia juga membantah adanya menteri yang melakukan intervensi terhadap pemilihan ketua umum Golkar.

“Kalau Setneg (Sekretariat Kabinet) bisa intervensi Golkar, jagoan bener Setneg,” tegasnya.

Jokowi menyerahkan sepenuhnya kepada Golkar untuk memilih pemimpinnya selama lima periode mendatang. Dia pun berharap dipilihnya ketua umum yang baru bisa membantu pemerintah dalam menjalankan pembangunan.

“Biarkanlah Golkar secara demokratis menentukan arah ke depan pimpinannya,” pungkasnya.

Adapun pemilihan ketua umum Golkar dilakukan lewat mekanisme Musyawarah Nasional (Munas). Perhelatan akbar itu dilakukan 3-6 Desember 2019 bertempat di Jakarta.(jpc)

 

Loading...

You Might Also Like