Terdakwa Atika saat berkonsultasi dengan kuasa hukumnya, Rabu (27/11) lalu


NANGA BULIK - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamandau menyampaikan tuntutannya kepada 3 budak sabu saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Nanga Bulik, Rabu (27/11) lalu.

Ketiganya yakni Atika (31), Kamah (42) dan Mardian (44). Sebagai orang yang berperan menawarkan, membeli ke Pontianak dan menjual sabu, Atika dituntut paling berat, yakni 8 tahun penjara. Sedangkan konsumennya, Kamah dan Mardian sama-sama dituntut 5 tahun penjara.

"Ketiganya dituntut dengan hukuman berbeda. Atika dituntut 8 tahun, Kamah dan Mardian dituntut 5 tahun penjara. Subsidair 6 bulan atau denda 800 juta," ujar Jaksa Penuntut Umum Saiful Uyun Sujati, Minggu (1/12/2019).

Mendengar tuntutan tersebut, ketiganya mengaku akan memberikan pembelaan pada sidang selanjutnya. Majelis hakim yang dipimpin oleh Tommy Manik memberikan kesempatan kepada ketiganya agar menyiapkan pembelaan secara tertulis.

"Meminta keringanan Yang Mulia. Berjanji tidak mengulangi lagi. Memohon majelis hakim memberikan hukuman yang seringan-ringanya," rengek Mardian saat menyampaikan pembelaan secara lisan.

Diketahui dalam sidang pemeriksaan terdakwa sebelumnya. Tiga budak sabu, Atika yang mengaku berprofesi sebagai wanita penghibur, Kamah berprofesi sebagai kontraktor sekaligus kader salah satu partai dan Mardian pegawai swasta ini mengaku cukup sering menggunakan sabu.

Atika mengaku sering membeli sabu ke Pontianak untuk digunakan sendiri, karena harga di Pontianak lebih murah yakni hanya Rp600 ribu per gramnya. Sementara di Pangkalan Bun harga per gramnya bisa mencapai lebih dari Rp1 juta. Namun saat itu ia menawari teman-temannya yang pernah nyabu bareng, seperti Mardian dan Kamah. Sehingga saat itu Mardian menitip uang Rp4 juta untuk dibelikan sekantong sabu (5 gram). Sedangkan Kamah menitip uang Rp 500 ribu.

"Pasrah saja sudah, mau bagaimana lagi. Saya harap hakim bisa meringankan hukuman saya," ucap Atika saat dibincangi usai sidang.

Diketahui, penangkapan bermula dari penangkapan Atika pada 6 Agustus lalu. Wanita berambut pirang ini memang telah menjadi target operasi, sehingga rencana keberangkatannya ke Pontianak dua hari sebelumnya pun sudah terendus. Kemudian Sat Narkoba Polres Lamandau mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa akan ada seseorang akan turun dari Pontianak menuju Lamandau membawa narkotika dengan menggunakan Bus Damri. Polisi pun akhirnya bisa mengamankannya termasuk Kamah (42) dan Mardian. (cho/uni/nto)

Loading...

You Might Also Like