Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menandatangai deklarasi Kota Palangka Raya bebas lokalisasi di Gedung Palampang Tarung, baru-baru ini.( SRI/KALTENG POS)


PALANGKA RAYA - Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menegaskan, perlu adanya pengawasan yang intens dan berkelanjutan pasca ditutupnya lokalisasi di Bukit Sungkai mencegah munculnya prostitusi terselubung.

“Dengan cara melakukan pengawasan terhadap eks lokalisasi tersebut dan melaksanakan kontrol atau pengendalian sosial penting dilakukan oleh pemerintah, termasuk lembaga terkait lainnya,” ujarnya, usai deklarasi penutupan lokalisasi di Gedung Palampang Tarung, baru-baru ini.

Menurut Fairid, dengan ditutupnya lokalisasi ini mampu memberikan dampak sosial terhadap anak-anak yang tinggal di lokasi tersebut. Serta mampu menciptakan kehidupan kemanusiaan yang adil dan beradab di masa depan.

“Dengan hilangnya pengaruh negatif di lingkungan sekitar mereka semoga tumbuh kembang psikologis anak-anak di lokasi tersebut dapat berlangsung baik,” ujarnya.

Diterangkan wali kota muda tersebut, dengan telah adanya perda yang mengatur permasalahan lokalisasi ini. Diharapkan tidak ada lagi eks warga di daerah sana untuk kembali pada pekerjaan tersebut, ditambah dari pemerintahpun sudah melakukan pembinaan dan pelatihan untuk mandiri.

“Dengan adanya pelatihan dan pembinaan maka harapan kita semua tidak ada lagi yang kembali pada pekerjaan tersebut, namun lebih pada pemberdayaan dan peningkatan keterampilan diri untuk melanjutkan hidup lebih baik lagi,” kata Fairid.

Dirinyapun tak menampik akan ada potensi tempat-tempat yang disalahgunakan untuk tempat prostitusi lagi. Namun peran dan komitmen dari pemerintah dan forkompinda lainnya harus bekerja menciptakan daerah bebas prostitusi.

“Ya termasuk daerah-daerah yang berpotensi tempat-tempat yang disalahgunakan maka razia-razia akan terus dilakukan secara kontinue. Termasuk razia di kos-kosan, wisma, dan tempat lainnya,” tegas Fairid.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palangka Raya Ahmad Fauliansyah menegaskan dengan ditutupnya lokalisasi harapannya tidak ada lagi tempat-tempat prostitusi di Kota Cantik ini.

“Walaupun tak dipungkiri mugkin nantinya berpindah pada tempat-tempat yang tersembunyi, namun yang benar-benar tempat diketahui orang banyak itu sudah resmi kita tutup. Tinggal pengawasan lagi bersama dinas terkait mengenai tempat-tempat yang berpotensi disalahgunakan tempat untuk praktik terselubung tersebut,” tandas Fauliansyah. (*ahm/ari/iha/CTK)

Loading...

You Might Also Like