Shalfa Avrila Siani


SEDIH. Itulah kata yang mewakili benak pesenam putri, Shalfa Avrila Siani. Perempuan asal Kediri, Jawa Timur,  tersebut bahkan tak kuasa menahan tangis ketika ditemui wartawan akhir pekan lalu.

Shalfa gagal berlaga di SEA Games Filipina 2019. Ia dicoret dari skuat Merah Putih pada ajang Asia Tenggara dua tahunan itu. Pencoretan atlet dari timnas memang sudah hal biasa. Tapi pemulangan Shalfa menimbulkan polemik. Menurut penuturan keluarga, Shalfa dipulangkan karena dituduh tidak perawan oleh pelatihnya. Shalfa juga dituduh sering keluar malam.

Siswi kelas 12 SMU Kebomas Gresik ini bisa menerima jika sang pelatih menilainya indisipliner, karena pernah keluar malam. Tapi, Shalfa Avrila Siani sangat keberatan bila pencoretan saat Pelatnas Senam di Gresik lalu, karena alasan keperawanan.

"Saya rela bila dicoret karena alasan indisipliner. Tapi kalau dituduh tidak perawan, ini menyakiti perasaan saya. Saya sangat terpukul dituduh seperti itu. Kita orang Timur, di mana soal virginitas bagi seorang gadis sangat penting. Saya ingin nama baik saya dikembalikan," tuturnya.

Pihak keluarga Shalfa Avrila Siani juga sudah melakukan tes keperawanan di RS Bhayangkara, Kediri. Pihak keluarga berencana membawa kasus pencemaran nama baik ini ke jalur hukum.

Pencoretan Shalva dari anggota senam artistik Indonesia SEA Games 2019 membuat orang tua atlet asal Kediri itu kecewa berat. Pasalnya, alasan pencoretan tidak masuk akal dan mempermalukan atlet.

Ayu mengungkapkan, alasan Shalfa dipulangkan, di antaranya sering keluar malam dan sudah tidak perawan. "Tidak ada surat pemberitahuan, langsung disuruh ambil saja," kata Ayu Kurniawati.

Pihak keluarga Shalfa langsung memeriksakan anaknya ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri. Hasil tes menyimpulkan selaput dara Shalfa masih utuh. "Tetapi pelatih meragukan hasil itu. Katanya harus dites lagi di Rumah Sakit Petro," katanya. (net/jpg)

Loading...

You Might Also Like