Zalma Engelica salah satu atlet panjat tebing Barsel yang terbaring kaku di salah satu kamar, di rumah duka Jalan Merdeka Raya Kota Buntok


BUNTOK – Atlet muda panjat tebing Kabupaten Barito Selatan, Zalma Engellica (15) tewas setelah terjatuh ketika latihan panjat dinding, Rabu (20/11/2019) sore. Dia saat berada di ketinggian sekitar 8 meter.

Zalma diduga meninggal dunia saat dilarikan ke RSUD Jaraga Sasameh Buntok, dan belum sempat tertolong oleh tim medis.

Salah satu saksi , Alexander Yohanes (23) menuturkan, saat latihan Rabu sore itu, masih ada 2 orang atlet yang belum melakukan pemanjatan. Salah satunya adalah Zalma.

“Lalu korban meminta untuk naik dinding panjat yang tingginya 8 meter itu,” kata Alexander Yohanes, Kamis (21/11/2019).

Awalnya semua berjalan lancar. Zalma berhasil memanjat dinding hingga puncak.

Namun insiden tragis kemudian terjadi saat Zalma akan turun.

“Ketika sudah turun sekitar 1,5 meter, tiba-tiba korban langsung terjatuh dan terhempas ke tanah. Saya kaget tiba-tiba korban terjatuh, karena saya yang memegang tali pengaman korban,” tutur dia.

(Baca juga: Atlet Panjang Tebing Barsel Jatuh dan Tewas Saat Latihan)

Menurut Alexander Yohanes, saat itu dia masih memegang tali pengaman dan tidak sedikitpun terlepas. “Bahkan saat diperiksa, tali pengamannya masih terkunci semua,” ujarnya.

Melihat Zelma terjatuh dan tak sadarkan diri, teman-teman korban lalu berusaha memberikan pertolongan pertama, dan selanjutnya melarikannya ke RSUD Buntok. Namun sayang, nyawa Zalma tidak tertolong.

Dengan tewasnya atlet yang masih berstatus pelajar kelas IX di SMPN 1 Dusun Selatan itu, polisi masih melakukan penyelidikan, baik di Tempat Kejadian Perkara (TKP) maupun memeriksa sejumlah saksi.

Kapolres Barsel AKBP Devy Firmansyah melalui Kasat Reskrim AKP Triyo Sugiyono mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. "Kita masih memeriksa saksi-saksi dan mencari petunjuk," ujarnya singkat, Kamis (21/11/2019). (ner/nto)

Loading...

You Might Also Like