AKBP Manang Soebeti



PALANGKA RAYA – Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) menetapkan dua dari tiga korporasi di wilayah setempat yang diduga terlibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kedua korporasi tersebut beroperasi di wilayah Kota Palangka Raya dan Kabupaten Seruyan.

Dua korporasi itu adalah perusahaan besar swasta (PBS) bidang perkebunan kelapa sawit.

"Perusahaan kita segel, dalam arti tempat yang terbakar kita kasih police line akibat perkara kerusakan lingkungan dan yang kita jadikan tersangka yaitu kepala perkebunan yang bertanggung jawab penuh atas pengelolahan dari kebun tersebut," kata Kasubdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Kalteng, AKBP Manang Soebeti di mapolda, Kamis (21/11/2019).

Terkait hal tersebut, polisi menetapkan dua orang site manager atau kepala perkebunan, masing-masing A dari PT PGK dan H dari sebuah perkebunan di Kabupaten Seruyan.

Sementara satu korporasi lainnya yang saat ini masih dalam proses penyidikan, lanjut Manang Soebeti, adalah PT Kapuas Sawit Sejahtera (KSS).

Seluruh proses penyidikan dilakukan selain oleh kepolisian, juga didukung para ahli dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Penyidikan berlangsung lancar dan berjalan sesuai rencana, dan secepatnya akan diselesaikan serta segera melimpahkan berkas perkara ke Jaksa Penuntut Umum (JPU)," ujarnya.

Kedua perusahaan dikenakan pasal 98 dan pasal 99 Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup. Jika terbukti bersalah akan menjalani tiga sampai lima tahun penjara dan apabila lalai hanya satu sampai tiga tahun penjara dengan denda maksimal sepuluh milyar dan kalau lalai tiga milyar.

"Status perusahaan akan segera dibuktikan dan pasti ada sanksi pidana, baik ke perusahaan maupun penanggung jawab perusahaan," tutupnya. (ard/nto)

Loading...

You Might Also Like