Kedua tersangka MG dan HN resmi memakai baju tahanan Polda Kalteng karena terbukti memalsukan dokumen.


PALANGKA RAYA - Dari hasil pemeriksaan pengungkapan delapan truk pemuat kayu meranti yang diamankan oleh Ditreskrimsus Polda Kalteng, Selasa (19/11),dua orang ditetapkan sebagai tersangka sebagai pengendali atas pemalsuan dokumen kayu yang diangkut.

H. N  (pemilik kayu) dan MG (tenaga teknis yang membuat dokumen), ditetapkan sebagai tersangka setelah memalsukan dokumen, dengan tidak sesuainya izin yang diberikan Dinas Kehutanan. Pelaku mengaku sudah dari bulan Agustus melakukan pemalsuan dokumen guna menambah kuota kayu olahan yang ia kirim.

Kayu dari HN pemilik UD TS II yang beralamatkan Muara Teweh tersebut akan dikirim dibeberapa tempat berbeda.

"Modus mereka yaitu mengganti izin kayu yang diangkut lebih dari yang seharusnya diizinkan. Rencananya kayu akan dikirim ke Banjarbaru, dengan tujuan yang berbeda-beda" kata Kasubdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Kalteng AKBP Manang Soebeti, saat press release di Mapolda Kalteng. Kamis (21/11).

Sementara ke delapan sopir pembawa kayu dibebaskan karena mereka hanya mengetahui bahwa tidak mengetahui keaslian dokumen. Barang bukti yang diamankan yaitu delapan truk, kayu sebanyak kurang lebih 80 kubik dengan total nilai ratusan juta rupiah, dan delapan lembar dokumen.

"Untuk sopir, mereka tidak kita jadikan tersangka karena mereka hanya tahu berangkat dengan membawa surat," tambahnya.

Kedua pelaku kita kenakan pasal 83 ayat 1 Jo pasal 12 atau pasal 88 ayat 1 Jo pasal 16. Dan selanjutnya akan dilakukan pengembangan untuk modus sama yang dilakukan oleh perusahaan lainnya. (ard)

Loading...

You Might Also Like