AKBP Manang Soebeti dan AKBP Muryanto menunjukkan barang bukti kayu olahan yang dimuat disalah satu truk.


PALANGKA RAYA - Ditreskrimsus Polda Kalteng gelar press release di Mapolda Kalteng, usai amankan delapan truk bermuatan kayu meranti olahan yang diduga hasil illegal logging saat hendak melintas di sekitar jembatan Kahayan Jalan Kapten Piere Tandean Palangka Raya, Selasa (19/11) pukul 20.30 WIB.

Pengungkapan tersebut bermula dari Tim Satgas Wanalaga yang dipimpin langsung Kasubdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Kalteng AKBP Manang Soebeti mendapat informasi bahwa ada beberapa truk yang diduga membawa kayu illegal ke arah Banjarmasin.

Saat diberhentikan, dokumen yang dibawa sopir memang ada tetapi isinya berisi dokumen yang sudah dipalsukan.

"Kami mengamankan delapan truk bermuatan kayu campuran dengan modus pemalsuan dokumen, dokumen yang dibawa sopir memang ada tetapi isi didalam dokumen ini palsu,  jumlah kayu yang ada ditruk tidak sesuai dengan izin yang diberikan," ujar AKBP Manang Soebeti, Kamis (21/11).

Manang juga menuturkan,  setelah mengamankan delapan truk beserta sopirnya ke Mapolda Kalteng, pihaknya telah memeriksa sopir truk untuk dimintai keterangan.

"Hasil pemeriksaan, sopir tidak tahu bahwa surat ini palsu. Mereka hanya mengerti bahwa sudah diberikan dokumen oleh pemilik kayu," bebernya.

Kepolisian akhirnya mengamankan HN  (pemilik kayu) dan MG (tenaga teknis yang membuat dokumen). Diduga mereka berdua memalsukan dokumen yang ada guna memperbanyak kuota yang telah diizinkan oleh Dinas.

"Dengan cara tersebut kuota yang diizinkan dari produksi kayu bisa lebih banyak dari yang diizinkan, sehingga mereka bebas menerima kayu dari illegal loging," tambahnya.(ard)

Loading...

You Might Also Like