Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badarudin saat diwawancarai wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)


Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin, mengatakan, akan berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) jelang Pilkada 2020. Hal ini dilakukan untuk memantau aliran dana mencurigakan.

“Kami akan berbicara dulu dengan KPU dan Bawaslu terkait proses Pilkada,” kata Kiagus di Jakarta, Rabu (20/11).

Kiagus menuturkan, pihaknya bisa melakukan penelurusan melalui tahapan rekening. Tentu sesuai prosedur yang akan ditempuh oleh PPATK.

“Kan ada yang namanya rekening khusus dana kampanye, bermulanya kan dari situ yang akan kita monitor,” terang Kiagus.

Menurutnya, bukan hanya rekening khusus kampanye, PPATK juga akan menelusuri rekening partai politik dan peserta partai. Hal ini akan menjadi fokus PPATK dalam menelusuri aliran dana mencurigakan pada Pilkada 2020.

“Jadi rekening pengurus, partai, dari peserta. Itu semuanya nanti kita lihat ya,” jelasnya.

Untuk diketahui, Pilkada Serentak yang akan diselenggarakan pada 2020 akan diikuti oleh 270 Daerah. Pilkada 2020 juga akan diikuti oleh Pemilihan Wali Kota Makassar setelah sebelumnya pada Pilkada 2018 dimenangkan oleh kotak kosong.

Semula Pilkada Serentak 2020 seharusnya diikuti 269 Daerah, namun menjadi 270 karena Pilkada Kota Makassar diulang pelaksanaannya. Merujuk data Kemendagri, 270 daerah itu akan diikuti oleh 9 Provinsi, 224 Kabupaten, dan 37 Kota.(jpc)

 

1 2

Editor :
Reporter :

You Might Also Like