ILUSTRASI/NET


PALANGKA RAYA-Kurang dari dua pekan jelang penutupan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Pemprov Kalteng, jumlah pelamar yang sudah mendaftar adalah 200 orang. Sementara, pendaftar yang sudah memasukkan berkas baru 50 orang. Jumlah tersebut jauh dari total kuota atau lowongan yang dibuka oleh pemprov yakni 381, terbagi untuk formasi pendidikan, kesehatan, dan teknis.

Meski jumlah pelamar yang memasukkan berkas terbilang masih sedikit, Kepala Bidang Pengembangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalteng Suhufi Ibrohim mengatakan pihaknya masih belum menerima informasi soal perpanjangan waktu pendaftaran. Sampai saat ini masih menggunakan jadwal yang telah disusun. Batas waktu pendaftaran yakni Selasa (26/11) pukul 23.59 WIB.

“Jika berkas tidak diterima sampai batas waktu itu, maka dianggap mengundurkan diri atau tidak mendaftar. Sementara soal jadwal pasti pelaksanaan tes dan lainnya, masih menggu informasi lanjutan dari pusat,” ujar Suhufi Ibrohim saat dibincangi wartawan di kantornya, kemarin (15/11).

Hingga kini, kata Suhufi Ibrohim, BKD belum bisa melihat formasi mana paling banyak pendaftarnnya. Meski demikian, pihaknya memprediksi jumlah pendaftar kali ini bisa menyamai jumlah peneriman tahun sebelumnya. Diperkirakan jumlah pelamar nantinya bisa mencapai 3.000-4.000 orang. Ditanya soal pelamar dokter spesialis, Suhuti mengakui bahwa pihaknya belum mengetahui berapa jumlah pelamar yang sudah mendaftar.

“Memang maksimal usia untuk dokter spesialis yakni 40 tahun. Ada perubahan dari tahun lalu. Namun sampai saat ini kami belum mengetahui sudah ada yang mendaftar apa belum,” terangnya.

Pemprov Kalteng, lanjutnya, juga menyediakan tujuh formasi untuk disabilitas dan empat untuk cum laude.

“Jumlah itu sudah berdasarkan persentase yang ditentukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi dan Birokrasi (KemenPAN-RB). Contohnya, untuk disabilitas mendapatkan dua persen dari jumlah formasi,” katanya.

Kemudian, mengenai tambahan nilai bagi putra-putri daerah masih belum ada ketentuan dari Kemenpan-RB. Pasalnya, sampai saat ini belum ada informasi terkait hal itu, hanya saja pihaknya membenarkan untuk penurunan passing grade saat tes nanti.

“Tahun 2019 ini ada penurunan passing grade, tentu dengan penurunan ini akan banyak peserta yang lulus tes dan masuk ke tahap berikutnya sehingga persaingan akan semakin ketat,” ujarnya.

Dibeberkannya, passing grade untuk tes wawasan kebangsaan (TWK) tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, dari 75 menjadi 65. Untuk tes kepribadian karakteristik (TKP) tahun ini pada angka 126, turun dibandingkan tahun lalu, yakni 143. Sementara, tes intelegensia umum (TIU) tetap pada angka 80. Passing grade ini, lanjut Suhuti, hanyalah ambang batas yang harus dicapai oleh peserta yang akan mengikuti tes nantinya.

“Tentu dengan adanya penurunan ini, maka akan banyak yang lulus. Karena passing grade sifatnya hanya ambang batas. Penentuannya nanti adalah nilai tertinggi,” ucapnya kepada Kalteng Pos.

Lebih lanjut Suhufi menjelaskan, bagi pelamar CPNS yang tahun lalu sudah mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD), maka tahun ini dibebaskan untuk mengikuti seleksi SKD dimaksud. Pelamar bisa langsung mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB), dengan syarat pilihan dan tempat yang diambil masih sama dengan tahun sebelumnya.

“Bagi yang sudah lulus tahun lalu tapi masih ingin ikut tes lagi, dipersilakan. Nanti yang diambil adalah nilai tertinggi,” pungkasnya.  (abw/ce/ala)

Loading...

You Might Also Like