Polusi Udara. ILUSTRASI. Foto: Pixabay.com


Polusi udara telah menjadi masalah dunia. Data menyebut bahwa polusi udara bertanggung jawab terhadap 4,2 juta kematian setiap tahunnya. Ini karena sebanyak 9 dari 10 orang di dunia menghirup udara berpolusi setiap hari, termasuk sebagian penduduk Indonesia. 

Kegiatan industri berskala besar dan emisi kendaraan adalah penyebab utama polusi udara. Mikropartikel beracun yang disebarkan dapat memasuki paru-paru manusia dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Dalam jangka panjang, polusi udara bahkan dapat mencetuskan berbagai penyakit mematikan.

Berikut ini adalah tiga penyakit mematikan yang sangat mungkin terjadi akibat paparan polusi udara yang tinggi:

1. Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) merupakan peradangan paru-paru jangka panjang, yang membuat aliran udara di organ pernapasan ini mengalami hambatan. Selain paparan polusi udara dalam jangka waktu lama dan secara berulang, penyakit ini juga bisa terjadi akibat kebiasaan menghirup asap rokok, debu, bahan kimia di lingkungan kerja dan infeksi. 

PPOK identik dengan gejala batuk berdahak untuk jangka waktu lama dan sesak napas. Pada keadaan yang berat, sesak napas yang terjadi dapat begitu menyiksa sehingga penderita benar-benar kesulitan bernapas. 

2. Kanker paru-paru

Kanker paru-paru adalah penyebab kematian pria nomor satu di Indonesia. Pada penyakit ini, sel paru menjadi abnormal sehingga tumbuh secara tidak terkendali. Beberapa gejala yang dihubungkan dengan kehadiran kanker paru adalah sesak napas, batuk darah dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Kanker paru biasanya menyerang mereka yang telah berusia lebih dari 40 tahun. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa penyakit ini juga menyerang mereka yang masih muda atau anak-anak. 

Kanker paru bisa terjadi akibat polusi udara, juga akibat kebiasaan merokok. Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) telah mengklasifikasikan polusi udara luar ruangan sebagai agen karsinogen penyebab kanker paru. Lebih lanjut, IARC juga menduga bahwa polusi udara luar ruangan berpotensi meningkatkan risiko kandung kemih.

3. Masalah kardiovaskular

Polutan udara berbahaya, seperti karbon monoksida, nitrogen dioksida dan ozon dapat bercampur dalam aliran darah. Kombinasi ini bisa menyebabkan gangguan kardiovaskular (pembuluh darah), salah satunya penyakit jantung koroner.

Penyakit jantung koroner ditandai dengan penyumbatan pembuluh darah jantung, yang bisa berakhir pada serangan jantung. Kondisi ini bisa menyebabkan kematian mendadak, apalagi bila pasien tidak mendapatkan pengobatan sejak dini dengan tepat.

Selain polusi udara, penyakit jantung koroner juga bisa terjadi sebagai komplikasi dari diabetes melitus, tekanan darah tinggi dan gangguan kolesterol.

Polusi udara memang tidak terlalu tampak apabila dilihat dengan mata telanjang. Namun, dampak yang ditimbulkannya bisa sangat merugikan, yang bahkan menyebabkan kematian. 

Atas dasar itu, mulailah untuk lebih waspada terhadap polusi udara yang ada di sekitar lingkungan Anda. Jangan lupa gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Tetapi dipastikan tidak menggunakan masker yang sama berulang kali. Sebab, masker anti polusi yang dijual di pasaran hanya dapat digunakan satu kali pemakaian. Jika Anda tetap menggunakan masker anti polusi yang sama berulang kali, masker tidak akan berfungsi melindungi Anda dari terpaparnya polusi udara yang buruk.

Namun perlu diingat pula, walau sudah rutin menggunakan masker anti polusi, terapkan pula dengan menjalani gaya hidup sehat. 

Dengan begitu, sistem kekebalan tubuh sepenuhnya prima sehingga polusi udara tidak serta-merta membuat Anda terancam dari penyakit berbahaya dan mematikan. Jika pernapasan Anda mengalami gangguan akibat polusi udara yang buruk, segera konsultasi kepada dokter.(NB/RPA/klikdokter)

Loading...

You Might Also Like