Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran dan Kepala Dispora Kalteng Falery Tuwan, saat silaturahmi dengan anggota KONI dan pengcab olahraga di Aula Eka Hapakat Lantai III, Kantor Gubernur Kalteng, Senin sore (11/11). (FOTO : IST)


PALANGKA RAYA-Setiap berganti periode kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalteng, selalu muncul “gesekan” kecil hingga besar dalam tubuh induk semua cabang olahraga (cabor) ini. Anehnya lagi, gesekan atau kisruh itu terjadi menjelang kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) atau Pra-PON. Hakikat permasalahan pun sama, yakni dualisme kepengurusan. Hal inilah yang menjadi perhatian serius Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran.

Gubernur pun memberikan warning keras. Ia akan mengambil alih kepengurusan KONI Kalteng, apabila kekisruhan masih terus berlanjut. Hal itu disampaikan oleh orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai ini saat silaturahmi dengan anggota KONI dan pengcab olahraga di Aula Eka Hapakat Lantai III, Kantor Gubernur Kalteng, Senin sore (11/11).

 "Sebagai gubernur, saya bisa saja melakukan sesuatu jika masih terjadi kekisruhan dalam tubuh KONI. Sekali lagi, jika masih ribut-ribut, maka saya ambil alih (kepengurusan KONI)," tegas Sugianto Sabran, kemarin.

Peringatan yang disampaikan gubernur itu wajar, mengingat konflik internal KONI selalu terjadi tatkala Kalteng menghadapi pesta olahraga terbesar di Indonesia, yakni PON. Gubernur tidak ingin kisruh kepengurusan KONI memengaruhi prestasi olahraga Kalteng.

"Kami tentu menginginkan agar kegiatan olahraga di Kalteng berjalan baik. Dan tidak ada intervensi dari gubernur maupun wagub terkait dengan kepengurusan KONI," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, mantan anggota DPR RI itu pun menyikapi terkait rencana pemilihan ketua KONI Kalteng yang akan dilaksanakan bulan depan. Ia berharap agar proses pemilihan ketua KONI dapat berjalan dengan lancar dan aman dari awal hingga akhir, sehingga KONI bisa lebih fokus untuk memajukan olahraga Kalteng, terutama jelang PON 2020 mendatang. KONI harus bisa fokus memajukan olahraga, yang dibuktikan dengan memberikan prestasi maksimal.

"Karena anggaran kecil, maka harus memanfaatkan anggaran itu dengan baik. Mengutamakan skala prioritas untuk membangun Kalteng. Tentu kebutuhan masyarakat akan lebih diutamakan, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan lainnya," jelas gubernur peraih penghargaan salah satu kepala daerah inovatif 2019 tersebut.

Selaku kepala pemerintahan, dirinya tentu sangat mementingkan kemajuan daerah untuk menghasilkan generasi yang cerdas dan berdaya saing. Maka dari itu, Sugianto menginstruksikan KONI untuk lebih memerhatikan cabang olahraga yang berpotensi mencetak prestasi, seperti panahan, dayung, catur, dan beberapa cabang lainnya.

"Saya meminta ketua KONI yang baru nanti untuk bisa menghitung anggaran yang dibutuhkan dan merampingkan pengurus KONI. Jangan sampai terkesan mubazir dan menjadi pengurus KONI hanya untuk mencetak pekerjaan," tegasnya.

KONI harus diisi oleh orang-orang yang mencintai olahraga dan memiliki loyalitas untuk memajukan olahraga di Kalteng. Selain itu, harus KONI diharapkan mampu memaksimalkan anggaran yang ada.

"Sekali lagi saya tekankan, jika untuk politik, bisa saja gubernur mengambil alih KONI. Karena kami ingin ikut membantu dan peduli terhadap olahraga, tapi kan bukan itu tujuannya," pungkasnya.(nue/ce/ala)

Loading...

You Might Also Like