Murid SD diduga ngelem di salah satu halaman rumah warga, Kecamatan Baamang, Kotim, belum lama ini


SAMPIT Kenakalan anak saat ini sudah mulai masuk dalam kategori sangat mengkhawatirkan. Apalagi, baru-baru ini ada anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) nekat ngelem di samping rumah warga. Bahkan kejadian ini sering dilakukan oleh bocah ini.

Salah satu warga bernama Syiblun mengatakan kejadian ini memang terjadi di dekat rumahnya. "Ketika kejadian saya melihat langsung anak-anak ini melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan. Mereka diduga ngelem, bahkan anak-anak yang lain cuma melihat aksi salah satu anak tersebut. Apalagi mereka ini masih anak-anak," jelasnya kepada Kalteng Pos, Minggu (10/11).

Parahnya lagi anak SD ini melakukan aksinya pada pagi hari, waktu jam sekolah berlangsung bahkan mereka masih memakai seragam sekolah. Dia juga sudah berkonsultasi dengan Polsek Baamang terkait kejadian ini.

"Memang menjual lem ini tidak ada dasar hukum untuk menindaknya. Terkait anak yang diduga ngelem ini inisiatif kami dengan Polsek Baamang untuk menangkapnya. Bahkan mereka ini diperintahkan untuk mengaji, tapi syaratnya hadir setiap hari,"paparnya.

Apabila anak-anak yang tertangkap dalam keadaan ngelem tadi tidak mentaati atau tidak hadir mengaji setiap hari, maka mereka nanti akan dikurung penjara.

Sementara itu Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel melalui Kapolsek Baamang AKP Agus Trigonggo mengimbau agar orang tua mengawasi anak-anaknya, terutama sekali jeli melihat perubahan prilaku atau perubahan pada anak-anaknya.

"Sekali lagi peran masyarakat sekitar sangat perlu, jika perlu ditegur atau disampaikan kepada orang tuanya. Sebab banyak warga jika menemukan anak-anak ngelem tidak berani menindak,” terangnya.

Dia mengungkapkan, perlu peran semua pihak untuk mengawasi pergaulan anak dan menjaga mereka. “Mohon maaf jangan semuanya diserahkan ke polisi. Sebab sekali lagi ini tanggung jawab kita bersama," jelasnya kepada Kalteng Pos, Minggu (10/11).(rif/uni/nto)

Loading...

You Might Also Like