Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo, ketika berkunjung ke Unit Pemukiman Transmigrasi Desa Hiyang Bana, Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan, dan disambut Wakil Bupati Katingan Sunardi NT Litang dan jajaran, Jumat (8/11)


KASONGAN–Untuk pertama kalinya, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) H Ganjar Pranowo melakukan kunjungan ke Kabupaten Katingan. Rupanya ini dalam rangka menemui warganya di Unit Pemukiman Transmigrasi di Desa Hiyang Bana. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Wakil Bupati Katingan Sunardi NT Litang dan Sekda Katingan Nikodemus beserta warga desa setempat, Jumat sore (8/11).

Ganjar Pranowo mengatakan, maksud kedatangannya tidak lain, ingin bersilahturahmi dan menjenguk warganya yang menjadi warga transmigrasi di Kabupaten Katingan. "Saya sangat senang bisa bertemu dengan bapak ibu. Kepada Pemerintah Kabupaten Katingan, saya titip warga kami di tempat ini," ujar Ganjar yang juga disambut senang oleh warganya.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Katingan Sunardi NT Litang menyampaikan, bahwa mereka menyambut baik atas kedatangan orang nomor satu di Jateng itu ke Kabupaten Katingan. Dia juga menyampaikan, bahwa di Kabupaten Katingan ini ada dua lokasi tempat transmigrasi, yaitu di Desa Hiyang Bana Kecamatan Tasik Payawan dan Desa Buntut Bali Kecamatan Pulau Malan.

"Perlu kami informasikan, bahwa warga Jawa Tengah yang ikut program transmigrasi di Kabupaten Katingan sebanyak 160 Kepala Keluarga yang tersebar di dua tempat yang saya sampaikan tadi (Desa Hiyang Bana dan Buntut Bali, red). Untuk penempatan pertama pada tahun 2006 dan 2007, penempatan kedua tahun 2011 dan 2012," ungkapnya.

Selanjutnya, ungkap wabup, masing-masing KK di transmigrasi ini, telah diberikan lahan seluas dua hektare. Dari luasan itu terbagi menjadi tiga bagian, yaitu lahan pekarangan, lahan usaha I dan lahan usaha II. Kemudian untuk hak kepemilikan dalam bentuk sertifikat dan telah diterima oleh warga transmigrasi.

"Perlu diketahui juga, bahwa warga transmigrasi ini ada berusaha sebagai petani dan ada juga yang berusaha di perusahaan perkebunan," katanya. (eri/ila/nto)

Loading...

You Might Also Like