ILUSTRASI/NET


PULANG PISAU - Isnan alias Inan harus berurusan dengan polisi. Warga Jalan Betet, Desa Sei Baru Tewu, Kecamatan Kahayan Hilir itu diamankan polisi atas kasus narkotika dan kepemilikan senjata api revolver rakitan. Saat ini, pria 44 tahun itu telah diamankan di Polres Pulang Pisau untuk menjalani proses hukum selanjutnya.

Kapolres Pulang Pisau AKBP Siswo Yuwono Bima Putra Mada mengungkapkan, kasus tersebut terungkap pada 18 Oktober lalu sekitar pukul 18.30 WIB. “Senjata api rakitan itu ditemukan di dalam sebuah indekos  milik saudara Abdulah di Jalan Lintas Kalimantan, Desa Mantaren II, Kecamatan Kahayan Hilir yang ditempati tersangka,” kata Siswo, Minggu (10/11).

Dia menjelaskan, penemuan senjata api tersebut beawal saat unit buser Satreskrim melaksanakan back-up Satnarkoba dalam penyelidikan tindak pidana narkotika, yang sebelumnya didapat dari informasi tersangka Yohanes Heryandi alias Hery yang terlebih dahulu ditangkap Satnarkoba yang mendapatkan narkotika tersebut dari Isnan.

Setelah dilakukan penyelidikan terhadap Isnan yang tinggal di indekos tersebut dan dilakukan pengerebekan, namun tidak ditemukan terlapor (Isnan). Kemudian ditemukan di ruang tamu terdapat satu tas kecil yang diduga milik Isnan.

Setelah dibuka, kata dia, terdapat satu senpi revolver rakitan dengan ganggang kayu di dalam sarung dan terdapat satu amunisi kaliber 38 yang tersimpan dalam penyimpanan sarung tersebut.

Saat pengerebekan tersebut disaksikan Abdulah selaku pemilik indekos dan Tupiat. “Tersangka Isnan sendiri berhasil diamankan pada Jumat (8/11) setelah sebelumnya ditetapkan sebagai daftar pencarian orang oleh Satresnarkoba Polres Pulang Pisau,” tegas Siswo.

Siswo mengungkapkan, setelah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka terkait tindak pidana Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, Satreskrim Polres Pulang Pisau melangkapi administrasi penyidikan.

“Dalam perkara kepemilikan senjata api tanpa izin tidak dilakukan penahanan terhadap tersangka. Karena tersangka ditahan dalam tindak pidana Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 112 Ayat (1UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika,” tegasnya.

Dalam kepemilikan senjata api tanpa izin, tersangka dijerat  dengan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat RI Nomor 1 tahun 1951. (art/ens)

Loading...

You Might Also Like