Sopir Bus Yessoe Edi Sutrisno saat menjalani sidang putusan di PN Nanga Bulik, Rabu (6/11)


NANGA BULIK - Masih ingat kecelakaan Bus Yessoe di Lamandau pada Senin lalu (1/7) di wilayah Desa Penopa, jalan trans Kalimantan Km 37. Akibat dari kecelakaan tersebut, 3 penumpang meninggal dunia dan puluhan lainya luka-luka.

Karena kejadian ini pun, kedua sopir bus Yessoe mesti berurusan dengan meja hijau. Keduanya juga telah menerima vonis hakim PN Nanga Bulik.

Edi Sutrisno, sopir utama Bus Yessoe menerima putusan hakim dengan vonis 2 tahun penjara saat sidang di PN Nanga Bulik, Rabu (6/11). Kemudian, terdakwa menerima putusan hakim. Terdakwa Edi Sutrisno, sebagai sopir utama dinilai lalai dalam mengemudikan kendaraan, hingga menyebabkan kecelakaan dan mengakibatkan 3 penumpangnya meninggal dunia dan puluhan lainya luka-luka.

"Kelalaian mengakibatkan kecelakaan dan meninggal dunia dan luka," ujar Ketua Majelis Hakim Tommy Manik saat membacakan putusannya.

Dalam sidang putusan Edi Sutrisno, hakim menasihati agar terdakwa lebih berhati-hati dalam mengemudikan kendaraan di kemudian hari. "Kecelakaan di jalan itu tidak ada yang tahu, tapi harus berhati-hati," harap hakim.

Sementara itu, sopir cadangannya, Andi Setiawan yang tersandung kasus sabu telah terlebih dahulu di vonis hakim dengan vonis 2 tahun penjara dikurangi masa tahanan, pada sidang putusan di PN Nanga Bulik, Rabu (9/10). Kemudian, terdakwa menerima putusan hakim.

Terdakwa Andi Setiawan terbukti secara sah dan meyakinkan serta mengakui menggunakan sabu. Sebagai sopir, hakim menilai terdakwa membahayakan penumpang dengan mengonsumsi narkoba.

"Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa pidana kurungan 2 tahun penjara dikurangi masa tahanan," ujar Ketua Majelis Hakim Tommy Manik saat itu. (cho/ami/nto)

Loading...

You Might Also Like