Keperkasaan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti akhirnya terhenti di babak 8 besar Fuzhou China Open 2019, Jumat malam (8/11). (FOTO PBSI)


Satu per satu pebulutangkis Indonesia yang tampil di Fuzhou China Open 2019 berguguran. Setelah langkah tunggal putra Jonatan Christie alias Jojo dan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti alias PraMel terhenti di perempat final, tumpuan terakhir ada pada Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon alias Minnions.

 

 

---------------------

 

INDONESIA menyisahkan satu wakil di final Fuzhou China Open 2019. Adalah The Minnions yang tinggal selangkah lagi untuk mempertahankan gelarnya.

Kevin/Marcus ke final usai mengalahkan ganda India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, di semifinal. Bertanding di Haixia Olympic Sports Center, Sabtu (9/11), ganda putra Indonesia menang straight game 21-16, 22-20.

Dalam laga tadi, Rankireddy/Shetty sempat memimpin perolehan angka di game kedua. Ketika balik tertinggal 19-20, pasangan India tersebut sempat memberi perlawanan, sebelum Kevin/Marcus bisa menuntaskan pertandingannya.

"Pastinya senang kami melaju ke final, tapi masih ada satu pertandingan lagi besok. Hari ini lawan ya seperti biasa mereka punya power yang sangat keras dan mereka juga punya kecepatan," kata Kevin tentang pertandingannya, kemarin.

"Progress mereka bagus, banyak perubahan dari tahun lalu ke tahun ini. Dari segi main dan safe-nya, cara mencari-cari poinnya juga kayak sudah lebih matang sekarang. Kalau dulu kan masih banyak buang poin, gampang mati. Mereka memang pemain bagus, kami main juga nggak gampang, pasti ramai," tambah Marcus.

Selanjutnya, Kevin/Marcus tinggal menunggu pemenang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda vs Aaron Chia/Soh Wooi Yik di final, Minggu (10/11). Kevin/Marcus bertekad memenangkannya, sekaligus mempertahankan gelarnya yang musim lalu mereka raih. "Kami cuma mau menang, kan tanggung sudah sampai di semifinal, tadi itu kami cuma berusaha untuk memberikan yang terbaik saja," jelas Kevin.

Sayangnya, langkah baik Minnions tak diikut Jonatan Christie setelah gagal menembus semifinal Fuzhou China Open 2019. Jojo kalah dari tunggal putra Denmark Anders Antonsen. Jojo kalah straight game 16-21, 11-21 dalam pertandingan di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, Jumat (8/11) malam.

Dari awal permainan, Jojo terus tertinggal dari Antonsen. Pemain ranking lima dunia tersebut terus bermain agresif dan menyerang pertahanan Jojo. Tertinggal jauh 6-14, Jojo berusaha mengejar dan mendekat hingga 14-17, tetapi Antonsen menutup gim pertama dengan kemenangan.

Pada gim kedua, Antonsen juga tak memberikan kesempatan bagi Jojo untuk mengembangkan permainan. Unggul jauh 18-10, Antonsen pun akhirnya kembali merebut gim kedua.

“Saya merasa under perform banget, benar-benar enggak sesuasi dengan apa yang saya harapkan. Permainan saya tidak bisa keluar, mungkin salah cara pikir, dari awal bukan saya yang mengejar lawan, tetapi saya yang dikejar terus,” kata Jojo seperti dikutip dari kepada Badminton Indonesia.

“Setiap pukulan ragu, satu dua poin enggak berjalan jadi buntu, harusnya saya berpikir lebih keras dan menemukan motivasi dan semangat lebih. Bukannya motivasinya kurang, tapi pada saat stuck, saya harus bisa lebih termotivasi lagi, cari solusi. Ini yang bisa dilakukan pemain-pemain top seperti (Kento) Momota di kondisi seperti ini,” ujar Jojo.

“Intinya penyebab utama kekalahan tadi adalah cara pikir. Kalau cara main sebenarnya saya sudah tahu, tetapi apa yang sudah dipersiapkan di latihan, enggak bisa jalan sama sekali,” pungkasnya. 

Sementara ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti alias PraMel juga kalah dari Yuta Watanabe/Arisa Higashino di perempat final Fuzhou China Open 2019. Pada laga straight game berdurasi 36 menit di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, Jumat (8/11) malam, PraMel kalah 15-21, 18-21.

Ini merupakan kekalahan pertama PraMel atas ganda campuran asal Jepang tersebut. Dalam dua pertemuan sebelumnya, Praveen/Melati berhasil memenangi pertandingan.

“Dari awal sampai akhir pertandingan, kami selalu di bawah tekanan lawan. Saat sudah leading di gim kedua, kami mau membalikkan keadaan, tetap belum bisa,” tutur Melati seperti dikutip dari Badminton Indonesia.

“Yuta/Arisa enggak gampang dimatikan, ditambah lagi bolanya berat. Ada beberapa pukulan yang tadi harusnya mati, tetapi mereka bisa mengembalikan,” lanjut Melati.

PraMel terhenti di perempat final Fuzhou China Open 2019 setelah dalam dua turnamen yang mereka ikuti; Denmark Open dan French Open menjadi juara.

“Kalau soal kondisi, memang menurun, tetapi tidak bisa jadi alasan kekalahan kami hari ini. Lawan juga mengikuti turnamen yang sama dengan kami. Tadi memang mereka dapat banget pola mainnya dan susah untuk ditembus. Saya sendiri merasa tenaga tangannya tadi masih kurang kuat,” ungkap Praveen. (bi/jpnn)

Loading...

You Might Also Like