Petugas Satlantas Polres Kotim saat melakukan Operasi Zebra, beberapa waktu lalu


SAMPIT – Hasil Operasi Telabang 2019 di Kabupaten Kotim, menunjukkan tren yang negatif. Pasalnya, dari operasi itu, Satlantas Polres Kotim mencatat ada sebanyak 1.506 pelanggar. Bahkan petugas juga banyak menemukan pelanggaran yang masih di bawah umur dan melawan arus lalu lintas.

Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel melalui Kasatlantas AKP Yudha Setiawan mengatakan pengendara ada juga yang tidak membawa kelengkapan saat berkendara. Misalnya saja tidak membawa STNK dan SIM.

“Bahkan ada juga pengendara yang masih di bawah umur. Jika dibandingkan operasi 2018 lalu, jumlah pelanggar pada 2019 ini mengalami kenaikan. Dari 1.258 di 2018 dan mengalami kenaikan pada 2019 ini menjadi 1.506 pelanggar,” jelasnya kepada Kalteng Pos.

Dirinya menambahkan pula, operasi ini dilakukan mulai 23 Oktober sampai 5 November 2019. Sekitar dua pekan lamanya razia ini dilaksanakan, ribuan pengendara berhasil ditertibkan. Terkait pelanggaran yang masih mendominasi pengendara roda dua.

Diakui Yudha, memang diperlukan kesadaran agar masyarakat ini taat dengan aturan. Misalnya saja bagi yang pajak kendaraannya mati, bisa langsung membayar ke dinas yang sudah ditetapkan. Jika tidak ada SIM, segera membuat SIM. Bagi pengendara yang masih di bawah umur, orang tua diimbau untuk selalu mengawasi anaknya.

“Kami berharap dengan operasi yang dilakukan beberapa waktu lalu membuat masyarakat kita ini sadar akan indah dan baiknya berlalu lintas dengan melengkapi surat menyurat kendaraannya,” bebernya. (rif/ami/nto)

Loading...

You Might Also Like