Tim SAR mengevakuasi mayat di perairan Pantai Sungai Cabang Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Rabu (6/11) sore. (Foto: Ist)


PANGKALAN BUN - Hingga ditemukannya dua dari tiga nelayan yang hilang, masih menyimpan misteri bagi keluarga. Pasalnya, korban ditemukan dalam kondisi yang cukup menegaskan. Subandrio dan Irwansyah ditemukan dalam kondisi tanpa kepala dan kedua tangannya, sehingga masih menyisakan satu orang lagi bernama Sunarto yang belum ketemu.

Walaupun keduanya sudah ditemukan, tetapi pihak keluarga menganggap bahwa kematiannya dianggap kurang wajar.

Sugiarto salah satu keluarga korban berharap agar polisi bisa melakukan penyelidikan terkait dengan kedua korban yang sudah ditemukan. Pihaknya menganggap, kematian korban dianggap tidak wajar, karena keduanya ditemukan dengan kondisi tidak memiliki kepala dan tangan. Sehingga keduanya dianggap sebagai korban tindak kejahatan.

Untuk itu, perlu ada upaya atau langkah cepat dari polisi agar bisa memberikan kejelasan terkait dengan penyebab kematiannya. "Kami menganggap bahwa keduanya bukan mati wajar, diduga ada yang disembunyikan. Kami menduga adanya tindak kriminalitas," katanya, Jumat (8/11/2019).

Sugiarto sendiri mengaku bahwa keluarga tetap akan melakukan upaya dan langkah lebih lanjut. Tetapi pihak keluarga masih menunggu upaya dan tindakan dari polisi di jajaran Polres Kobar. Apabila nantinya tidak mendapatkan kejelasan, tidak menutup kemungkinan akan melaporkan ke Polda Kalteng. 

"Kami hanya ingin minta kejelasan penyebab kematian korban, kalau akibat musibah tidak ditemukan tanda-tanda yang disebabkan karena hanyut atau laka air," ujarnya.

Sementara itu Wakil Bupati Kobar Ahmadi Riansyah menegaskan, Pemkab Kobar sudah mendengar dan selalu melakukan pemantauan terhadap musibah ketiga nelayan yang hilang. Walaupun kedua korban sudah ditemukan, pihaknya meminta agar polisi bisa bertindak dan mengambil sikap untuk mengetahui penyebab kematiannya.

"Mari kita bersama-sama menunggu langkah polisi mengambil tindakan, biarkan mereka melakukan tugasnya sambil menunggu hasilnya. Semoga nantinya bisa terungkap dengan terang benderang," ujarnya.

Sebelumnya, setelah melakukan pencarian panjang, akhirnya satu per satu ketiga nelayan yang hilang mulai ditemukan. Setelah menemukan mayat Subanrio alias Iban beberapa waktu lalu, mayat Irwansyah pun ditemukan, Rabu (6/11). Keduanya ditemukan dengan kondisi yang hampir mirip, hanya saja di lokasi yang berbeda. Irwansyah ditemukan di Teluk Tanjung Puting, Desa Sungai Cabang Kotawaringin Barat, Rabu (6/11).

Pada Jumat lalu (4/10), Subanrio alias Iban dan Irwansyah alias Dondoy (35), dan Sunarto alias Narto (35) membawa KM Berkat Barokah dari Sungai Arut di Mendawai, Kobar. Pada pukul 20.00 WIB, kapal ketiganya sudah tidak bisa dihubungi lagi. Sudah beberapa kali melakukan komunikasi tetapi tidak membuahkan hasil. Keluarga pun melapor ke Pos Pencarian dan Pertolongan Pangkalan Bun. Bersama Basarnas dan melibatkan kapal-kapal serta helikopter berusaha mencari KM Berkat Barokah beserta tiga nelayan itu. (son/ami/nto)

Loading...

You Might Also Like