Jajaran Satreskoba Polres Lamandau saat mengamankan tersangka Syarif, Senin (21/10) lalu


NANGA BULIK – Satreskoba Polres Lamandau menggelar Operasi Antik Telabang 2019 selama 25 hari yakni dari tanggal 1 Oktober hingga 25 Oktober 2019. Selama operasi, aparat berhasil mengungkap 4 kasus tindak pidana narkoba yang diamankan di sejumlah wilayah di Lamandau.

"Hasil dari operasi antik yang kami laksanakan selama 25 hari, kami mendapatkan hasil 4 kasus tindak pidana narkoba golongan 1," ungkap Kapolres Lamandau AKBP Andiyatna melalui Kasatreskoba Polres Lamandau Iptu I Made Rudia kepada Kalteng Pos, kemarin.

Dijelaskannya, operasi ini digelar tiap tahun yakni tiap bulan Oktober. Hasil tahun ini lebih rendah dibanding pada operasi tahun lalu yakni 7 kasus yang terdiri atas 4 kasus narkoba dan 3 kasus miras. "Tahun lalu 7, tahun ini 4. Kenapa, karena tahun ini kita fokus ke narkoba (sabu/narkotika). Tahun lalu didukung kasus miras 3," jelasnya.

Tersangka pertama, lanjut dia, yakni Tri Joko alias Sehyen. Warga Pontianak, Kalbar ini ditangkap di Jalan Trans Kalimantan Km 6, saat membawa narkoba dari Pontianak, Kamis (10/10). "Dari tangan tersangka, kami mengamankan barbuk narkoba seberat 34.60 gram," jelasnya.

Kemudian, pihaknya berhasil meringkus pasangan suami istri, Nurul Handayani dan Fengki, Sabtu (19/10). Ironisnya, tersangka berprofesi sebagai supir truk sampah PU. Mereka ditangkap di rumahnya yang terletak di Gang Haji Rudi, Jalan Batu Batanggui, Kecamatan Bulik. "Mereka ini masuk target operasi kami. Kami mengamankan 3 paket kecil dengan total 0.12 gram," bebernya.

Dari pasangan suami istri, pihaknya berhasil meringkus Sani Rahman. Warga Kumai ini disebut sindikat dari pasang suami istri yang berperan sebagai pemasok barang. Ia ditangkap saat berada di kamar kosnya, di RT 2 Kelurahan Bulik, Sabtu (19/9). "Diamankan 6 paket kecil dengan total 2.5 gram," jelasnya.

Diceritakan Made Rudia, Sani Rahman dan Fengki merupakan kawan lama dan pernah dipenjara atas kasus narkoba. "Modusnya, tersangka Sani Rahman ini berpura-pura jadi kuli bangunan," ungkapnya. Terakhir, pada Senin (21/10), pihaknya berhasil menangkap Syarif alias S. Tersangka merupakan warga Pangkalan Bun ini berhasil ditangkap pada siang hari di di depan SMK 1 Bulik, jalan trans Kalimantan Km 7.

"Dari tersangka Syarif, kami mendapatkan 5 bungkus plastik, diduga sabu dengan berat bersih 12.51 gram," pungkasnya. (cho/ami/nto)

Loading...

You Might Also Like