PENUH WARNA: Dua pengunjung berswafoto di depan mural bertema flora dan fauna di Gang Arema 2, Kampung Damai, Balikpapan Selatan. FUAD MUHAMMAD/KALTIM POST


Sepanjang mata memandang, dinding-dinding dipenuhi beragam gambar. Beberapa flora dan fauna tampak seolah nyata. Pemandangan tersebut dapat dinikmati di kawasan Kampung Damai, Kota Balikpapan.

 

-----------------

 

MURAL atau seni melukis di atas media dinding, kian marak dilakukan beberapa kota di Indonesia. Menjadikan beberapa permukiman sebagai objek untuk seni tersebut. Terbukti, hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wilayah yang menerapkannya.

Kini, Balikpapan juga tampaknya menjadi kota yang ingin mengembangkan seni tersebut. Kampung Damai menjadi pilihan selanjutnya untuk menciptakan sebuah kampung wisata dengan pesona seni muralnya.

Rudi Nadika, salah satu perupa asal Balikpapan yang terlibat dalam proyek tersebut menuturkan kegiatan tersebut merupakan agenda langsung dari pemerintah provinsi. Tujuan program tersebut ialah untuk menyulap Kampung Damai menjadi kampung seni.

“Mungkin karena posisi Kampung Damai ini strategis. Merupakan jantung kota, dekat dengan pusat perbelanjaan dan perhotelan. Makanya dipilih untuk dibenahi,” ujar dia.

 

Rudi memaparkan berbagai komunitas pelaku seni ikut berkontribusi dalam proyek ini. Khusus untuk perupa Balikpapan berjumlah 15 orang, dan mendapat enam titik untuk dilukis. Sebelumnya, para perupa membawa konsep yang akan mereka gunakan untuk dipertimbangkan pemerintah provinsi.

 

Terkait tema, dia mengatakan lebih berfokus pada flora dan fauna ciri khas Kalimantan. Mulai daerah pesisir hingga hutan. Untuk pengerjaan sendiri, satu titik bisa menghabiskan waktu sekitar seminggu. Dicanangkan pengerjaan mural ini rampung dalam tujuh bulan.

 

Ketua RT 22 Kelurahan Damai Gunadi mengungkapkan rasa bahagianya dengan program yang dijalankan ini. Dia dan masyarakat merasa bangga permukiman mereka diperindah. “Kami sudah bentuk karang taruna sebagai pelaksananya. Jadi selain mural, nanti akan kami buat taman dan perahu wisata untuk menarik pengunjung,” ujar dia.

 

Sambungnya, wilayah tersebut juga dapat menjadi wadah masyarakat dalam memperoleh pendapatan. Karenanya, mereka hanya akan mengikutsertakan warga sekitar dalam pengelolaan kampung wisata tersebut.

 

Terakhir, Gunadi mengimbau agar masyarakat dapat bekerja sama untuk mengembangkan kampung tersebut agar lebih berkualitas lagi. Sebab, dirinya ingin menjadikan kampung tersebut sebagai wisata dengan jangka waktu yang panjang. Dengan memberikan peran penting warganya, ia berharap mereka memiliki kesadaran untuk lebih peduli dan merawat kampung mereka sendiri. (*/okt/ms/k15)

Loading...

You Might Also Like